Wayan Bakat Tenggak Racun Pembunuh Ulat, Polres Bangli Dalami Motifnya

Ia diduga melakukan percobaan bunuh diri, lantaran di dekatnya terdapat muntahan dengan bau layaknya racun pembunuh ulat

Wayan Bakat Tenggak Racun Pembunuh Ulat, Polres Bangli Dalami Motifnya
Istimewa/Humas Polres Bangli
Wayan Bakat saat mendapat perawatan di IGD RSUD Bangli, Sabtu (17/11/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Wayan Bakat, pria asal Banjar Dajan Desa, Desa Pengotan, Bangli itu ditemukan telungkup di balai adat rumahnya.

Ia diduga melakukan percobaan bunuh diri, lantaran di dekatnya terdapat muntahan dengan bau layaknya racun pembunuh ulat.

Kejadian itu diketahui Sabtu (17/11/2018) sekitar pukul 11.00 Wita oleh adik Wayan Bakat bernama Nengah Tarsana.

Kala itu Tarsana pulang ke rumah untuk mencuci baju.

Namun sesampainya di rumah, Tarsana mendapati kakaknya telah dalam posisi telungkup, serta terdapat muntahan di sebelahnya dengan bau menyerupai racun pembunuh ulat.

Mendapati hal itu, Tarsana langsung memberi tahu anggota keluarga lain untuk melarikan Wayan Bakat ke RSUD Bangli.

Kasubag Humas Polres Bangli, AKP Sulhadi, Minggu (18/11/2018) membenarkan kejadian percobaan bunuh diri itu.

Berdasarkan olah TKP polisi, pria 33 tahun itu meminum cairan jidor atau sejenis racun pembunuh ulat.

Beruntung tak lama setelah menenggak racun pembunuh ulat, upaya nekat bapak satu anak ini segera diketahui pihak keluarga untuk segera mendapatkan pertolongan.

Lanjutnya, hingga kini Wayan Bakat masih dalam perawatan intensif di RSUD Bangli, serta didampingi oleh pihak keluarga.

Sedangkan motif buruh tani itu nekat melakukan upaya bunuh diri, AKP Sulhadi mengaku masih dalam pendalaman pihaknya.

“Ya masih kami dalami apa yang jadi motifnya. Sebab dari pihak keluarga mengaku tidak memiliki masalah apapun dengan yang bersangkutan,” tandasnya. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved