Sembunyi di Bak Truk Hindari Pemeriksaan, 9 Anak Tanpa Identitas Diamankan Satpol PP Jembrana

Sembilan anak-anak berhasil lolos dari pemeriksaan Pos Pelabuhan Gilimanuk

Sembunyi di Bak Truk Hindari Pemeriksaan, 9 Anak Tanpa Identitas Diamankan Satpol PP Jembrana
Tribun Bali/Made Ardhiangga
Sembilan anak-anak tanpa identitas tidur di kantor Satpol PP Kabupaten Jembrana, Minggu (6/1/2019). Mereka lolos dari pemeriksaan di Pos Pelabuhan Gilimanuk. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Sembilan anak-anak berhasil lolos dari pemeriksaan Pos Pelabuhan Gilimanuk. Mereka yang berasal dari Sidoarjo dan Surabaya, Jawa Timur ini bisa masuk ke Bali tanpa membawa identitas.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Jembrana, Kadek Agus Arianta mengatakan, sembilan remaja itu masuk Bali dengan menumpang truk dari Jawa-Bali.

Satpol PP mengamankan mereka di depan Puskesmas Negara, Desa Banyubiru, Minggu (6/1/2019).

Mereka lolos dari pemeriksaan di Pelabuhan Gilimanuk dengan cara bersembunyi di dalam bak truk. Setelahnya, mereka turun di Desa Banyubiru.

"Mereka kami amankan karena tidak memiliki identitas dan mengganggu ketertiban umum," ucapnya.

Agus menjelaskan, mereka mencegat truk yang akan ke Bali.

Karena tak bisa menujukkan identitas, mereka dikembalikan ke daerah asalnya dan diantar ke Pelabuhan Gilimanuk sampai menyeberang.

“Sore ini (kemarin), kami bawa ke Gilimanuk untuk dipulangkan,” kata Agus Arianta.

Warga yang masuk ke Bali tanpa membawa identitas sejak beberapa bulan terakhir jumlahnya cukup banyak.

Beberapa di antaranya lolos dari pemeriksaan. Namun banyak juga yang berhasil dicegat petugas pengamanan di Pelabuhan Gilimanuk dan dikembalikan ke daerah asalnya.

Marsudin Alwi (19) mengaku, ia dan teman-temannya nekad dari Sidoarjo menuju ke Bali karena mencari temannya yang hilang sejak sepekan lalu.

Teman perempuannya itu diketahui berada di Bali sehingga bersama teman-temannya mencari ke Bali.

Alwi mengaku diancam orangtua temannya yang hilang itu akan dilaporkan polisi kalau tidak menemukan.

"Saya sembunyi di bak belakang. Jadi tidak ketahuan. Saya takut, karena terakhir sebelum hilang sempat foto sama saya,” akunya. (*)

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved