Pakem Ngelawang yang Mulai Hilang, Seperti Ngamen Minta-minta Uang di Perempatan Jalan

Menurut Suwirta, tradisi ngelawang kini seakan seperti ngamen, meminta uang di perempatan jalan

Pakem Ngelawang yang Mulai Hilang, Seperti Ngamen Minta-minta Uang di Perempatan Jalan
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Anak-anak TK di Klungkung menampilkan atraksi ngelawang di Lapangan Puputan Klungkung, Minggu (20/1/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Disela-sela Car Free Day di Lapangan Puputan Klungkung, Minggu (20/1/2019), Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta disuguhkan atraksi ngelawang yang dilakukan oleh anak-anak TK. Saat itu pula, ia teringat dengan tradisi ngelawang yang mulai keluar dari pakemnya.

Suwirta mengatakan, tradisi ngelawang kini seakan seperti ngamen, meminta uang di perempatan jalan.

"Pas Galungan saya lihat anak-anak kami, ngelawang di perempatan jalan. Atributnya di taruh di bawah lalu minta uang ke para pengendara. Janganlah meniru seperti pengamen," ujarnya.

Tradisi ngelawang yang hakekatnya untuk menolak bala, seharusnya digelar dengan sakral. 

Setiap pelaksanaanya pun diatur oleh masing-masing desa pakraman. Namun Suwirta melihat saat ini tradisi ngelawang terkesan tidak teratur dan keluar dari jalurnya.

"Nanti sekaa ngelawang ini harus dibina. Ngelawang harus di wilayahnya masing-masing dan masuk ke rumah-rumah seperti yang seharusnya. Desa pakraman harus berperan juga, meluruskan tradisi ini," jelasnya.

Ia meminta bendesa di setiap desa pakraman untuk lebih jeli melihat permasalahan ini.

Sebab jika dibiarkan dan tidak ditertibkan, hal ini bisa kebabablasan sehingga tradisi bisa keluar dari konteks seharusnya.

"Para Bendesa jangan takut ambil keputusan. Ambil langkah-langkah preventif. Saya lihat saat ini, tradisi ngelawang sampai di trafic light itu sudah kelewatan," jelasnya.

Terkait pembinaan sekaa ngelawang ke depannya, Pemkab memiliki rencana untuk melombakan.

Sehingga tradisi ini tidak melenceng dan disalahartikan.

"Peran desa adat harua kuat terkait hal ini. Melihat situasi, Pemda akan segera mengadakan lomba ngelawang untuk pembinaan nantinya," jelasnya. 

Ketua Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP) Klungkung, I Ketut Rupia menjelaskan, pihaknya belum menerima informasi rinci terkait imbauan agar tradisi ngelawang tidak dilakukan di lampu merah tersebut.

Pihaknya juga akan segera mengumpulkan bendesa untuk membahas hal ini.

"Saya akan meminta petunjuk dulu dengan bendesa, terkait hal ini. Bahkan tradisi ngelawang ada yang sampai keluar Kabupaten. Tapi saya belum menerima informasi rinci terkait hal ini, saya belum bisa kasi banyak komentar," ungkapnya. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved