Tas Daun Pandan Ramai Dipesan, Dampak Pergub Pembatasan Plastik

Perajin tas pandan, Ni Made Septariani mengatakan, permintaan tas pandan bisa capai ratusan unit tiap pekan, terutama dari luar Karangasem

Tas Daun Pandan Ramai Dipesan, Dampak Pergub Pembatasan Plastik
Tribun Bali/Saiful Rohim
Perajin Desa Tumbu tengah membuat tas pandan untuk dijual. 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 97 Tahun 2018 terkait pembatasan timbulan plastik sekali pakai, berdampak  positif terhadap perajin tas dan tikar berbahan daun pandan di Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem.

Pesanan mulai meningkat sejak pergub tersebut diterbitkan.

Perajin tas pandan, Ni Made Septariani mengatakan, permintaan tas pandan bisa capai ratusan unit tiap pekan, terutama dari luar Karangasem.

"Permintaan tas pandan meningkat sekitar 30 persen. Dulu, sebelum ada pergub, permintaan 50 smpai 100 unit. Sekarang setelah ada pergub, permintaan di atas 100 unit. Pemesan kebanyakan dari Gianyar," kata Septariani, Rabu  (30/1/2019).

Baca: Coach Sandhika Optimis Bali United U-17 Lolos Babak Selanjutnya Piala Soeratin Putaran Nasional

Baca: Berita Duka, Artis FTV Saphira Indah Meninggal Dunia dalam Keadaan Hamil 5 Bulan

Baca: Meningkat, Jumlah Siswa Verifikasi PDSS SNMPTN 2019 Hampir Capai 1 Juta

Biasanya pemesan memesan tas pandan tanpa ada pernak-pernik plastik yang murni dari daun pandan.

"Biasanya di tali tas pakai plastik, sekarang diganti memakai benang. Kami buat sesuai pesanan," imbuh Septariani.

Tas dari pandan jadi naik daun sejak ada pergub.

Sebagian warga sering membawa tas pandan saat belanja ke pasar.

Tas tersebut mampu mengangkat beban 10-20 kilogram.

Harga tas perbuahnya sekitar Rp 35 ribu sampai Rp 40 ribu.

Halaman
12
Penulis: Saiful Rohim
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved