Kejaksaan dan KPK Lacak Aset Alay di Bali, Tim Eksekutor Kejati Lampung Jemput Buron Kelas Kakap

Setelah ditangkap tim Kejati Bali di Hotel Novotel, Rabu (6/2/2019), Alay dijemput oleh tim eksekutor Kejati Lampung

Kejaksaan dan KPK Lacak Aset Alay di Bali, Tim Eksekutor Kejati Lampung Jemput Buron Kelas Kakap
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
DIGIRING - Buronan koruptor Sugiarto Wiharjo alias Alay digiring keluar dari ruang Kejati Bali oleh tim eksekutor Kejati Lampung, Kamis (7/2). Alay akan dibawa ke Kejagung RI di Jakarta. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dikawal ketat petugas kejaksaan, Sugiarto Wiharjo alias Alay bungkam saat ditanyakan penangkapan dirinya setelah empat tahun buron, Kamis (7/2/2019).

Sembari berjalan menuruni tangga dari lantai II Gedung Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali hingga masuk ke mobil, terpidana 18 tahun ini terus memalingkan wajahnya.

Setelah ditangkap tim Kejati Bali di Hotel Novotel, Tanjung Benoa, Kuta Selatan, Badung, Rabu (6/2/2019), Alay dijemput oleh tim eksekutor Kejati Lampung, Kamis kemarin.

Namun terlebih dahulu, tim eksekutor Kejati Lampung akan membawa bos Tripanca Group ini ke Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.

"Ini mau dirilis dulu di Kejaksaan Agung. Nanti (kemarin) berangkat pukul 14.30 Wita. Tiba di Kejagung pukul 16.00 waktu setempat (Jakarta)," ujar Aspidsus Kejati Lampung Andi Suharlis yang memimpin penjemputan terpidana Sugiarto Wiharjo di Kejati Bali, kemarin.

Baca: 23 Tahun Transformasi Jeremy Teti, dari Pembaca Berita hingga Presenter Acara Gosip

Baca: Bakal Cepat Basi dan Rusak, 5 Makanan Ini Pantang Dimasukkan Lagi ke Freezer Setelah Dikeluarkan

Alay buron sejak 2014 setelah Mahkamah Agung (MA) menjatuhkan vonis pidana 18 tahun penjara terkait kasus korupsi  APBD Lampung Timur dan Lampung Tengah, dengan kerugian negara sebesar Rp 119 miliar.

Sesuai putusan MA No: 501/K/Pid.Sus/2014 tanggal 21 Mei 2014, Alay divonis pidana penjara selama 18 tahun.

Selain itu, ia dikenakan hukuman tambahan berupa denda Rp 500 juta, subsider enam bulan kurungan.

Pula, dikenakan pidana tambahan membayar uang pengganti Rp 106.861.624.800.

Selama empat tahun Alay melarikan diri, Kejati Lampung terus melakukan pengejaran.

Halaman
123
Penulis: Putu Candra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved