Sebelumnya Terlihat Ngorok, Kholik Ternyata Meninggal Saat Naik Bus di Sekitaran Gilimanuk

Korban bersama beberapa penumpang bus lainya atau rekannya, berangkat dari terminal Mengwi menuju Pemalang.

Sebelumnya Terlihat Ngorok, Kholik Ternyata Meninggal Saat Naik Bus di Sekitaran Gilimanuk
Humas Polsek Gilimanuk
Seorang penumpang bus, Kholik ditemukan meninggal di dalam sebuah bus Pahala Kencana Nopol D 7698 AN, di sekitaran pelabuhan Gilimanuk, Lingkungan Jineng Agung Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Seorang penumpang bus, Kholik ditemukan meninggal di dalam sebuah bus Pahala Kencana Nopol D 7698 AN, di sekitaran pelabuhan Gilimanuk, Lingkungan Jineng Agung Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali.

Korban meninggal di dalam bus pada saat perjalanan dari Mengwi menuju Pemalang.

Korban ialah Kholik (27) asal Mulyoharjo Pemalang Jawa Tengah. 

Kapolsek Gilimanuk, Kompol Nyoman Subawa menerangkan, dari keterangan saksi-saksi bahwa korban berwngkat dari Mengwi, pada Rabu (20/2/2019) kemarin sekitar pukul 15.00 Wita.

Korban bersama beberapa penumpang bus lainya atau rekannya, berangkat dari terminal Mengwi menuju Pemalang.

"Menurut saksi, di dalam perjalanan dari terminal Mengwi sampai Hutan Cekik korban Batuk Batuk," ucap Subawa, Kamis (21/2/2019).

Akhirnya, sambung Subawa, sesampai areal cekik korban seperti orang tertidur dan mengeluarkan suara ngorok.

Rekannya masih mengira bahwa korban masih tertidur pulas.

Nah, saat masuk di areal pelabuhan rekannya curiga dengan kondisi dari korban.

Korban dilihat sudah tidak bergerak lagi dan mulut mengeluarkan cairan seperti air ludah,

"Saksi beserta penumpang lainya juga mencium bau tidak sedap (seperti bau kotoran manusia)," jelasnya.

Setelah itu, akhirnya dilaporkan kepada sopir dan kondektur bus dan petugas Polsek Gilimanuk mengarahkan bus ke puskesmas Gilimanuk , untuk penanganan lebih lanjut.

Di Puskesmas korban sudah tidak ada denyut nadi, tidak ada napas dan dinyatakan telah meninggal dunia pada pukul 18.30 Wita di dalam bus.

Menurut keterangan dokter yang memeriksa diduga korban meninggal karena sakit mengingat di dalam tas korban di temukan obat sejenis obat Magh, dan obat Paracetamol serta Hufadon.

"Korban dititipkan di RSU Negara sambil menunggu keluarga korban. Dalam pemeriksaan luar pada korban tidak ditemukan adanya luka-luka dan tidak adanya tanda-tanda bekas kekerasan. Untuk pasti penyebab kematian nanti tim dokter yang menyampaikan," bebernya. (*).


Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved