Disebut Kurang Representatif, Fasilitas Panjat Tebing di Lapangan Kapten Muditha Tak Terawat

Fasilitas papan panjat tebing yang berdiri di Lapangan Kapten Mudita, Bangli, kondisinya kian tak terawat

Disebut Kurang Representatif, Fasilitas Panjat Tebing di Lapangan Kapten Muditha Tak Terawat
Tribun Bali/Fredey Mercury
Fasilitas panjat tebing di sebelah tenggara Lapangan Kapten Mudita yang jarang dimanfaatkan. Senin (25/2/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Fasilitas papan panjat tebing yang berdiri di Lapangan Kapten Mudita, Bangli, kondisinya kian tak terawat.

Pantauan Tribun Bali pada Senin (25/2/2019), bangunan setinggi belasan meter itu tampak dipenuhi semak belukar, serta bagian besi yang telah berkarat.

Selain tak terawat, papan panjat tebing yang berada di sebelah tenggara lapangan Kapten Mudita ini juga jarang digunakan untuk aktivitas olahraga, maupun latihan.

Hal ini juga tidak dipungkiri oleh Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bangli, Sang Kompiang Suarjaksa.

Ia mengatakan, fasilitas itu sudah ada sejak pelaksanaan pekan olahraga provinsi (porprov) di Singaraja tahun 2015 silam, serta cukup lama tidak digunakan

Sedangkan alasan fasilitas panjat tebing itu jarang digunakan, lanjut Sang Suarjaksa, lantaran lokasi berdirinya papan panjat tebing kurang representatif.

Selain itu, kebanyakan atlet cabang olah raga ini berasal dari wilayah Kintamani.

Di satu sisi, tiang-tiang bagian bawah papan panjat tebing juga dinilainya telah keropos.

“Saya dengar dulu (alasannya) saat (Porprov) di Singaraja tidak berani pakai karena apa? Satu, pemainnya kebanyakan dari Kintamani. Alasan kedua tempatnya tidak representatif karena katanya tempatnya agak angker. Itu yang menyebabkan mereka takut,” ujarnya.

Sang Suarjaksa mengaku tidak tau sumber anggaran pembangunan papan panjat tebing itu. Pun demikian dengan siapa pihak pengelolanya, dengan alasan masih baru di KONI.

“Biasanya pengelolaan diserahkan pada cabor (cabang olahraga) masing-masing. Makanya kami akan pastikan dulu siapa sebenarnya pengelola, serta tanyakan pada pengurus cabor panjat tebing Bangli. Karena selama ini, panjat tebing boleh dikatakan masih off,” ucapnya.

Terkait fasilitas olahraga panjat tebing itu, Sang Suarjaksa menuturkan sudah sempat rembug dengan pengurus KONI lainnya.

Pihaknya sudah sempat memilikirkan untuk rehab, namun belum bisa dilakukan karena belum ada dana.

Disamping itu, dari rembug yang dilakukan, ada rencana untuk membongkar fasilitas tersebut, serta dipindahkan ke tempat lain agar bisa digunakan untuk latihan. Hanya saja belum dipastikan dimana lokasinya.

“Apakah nanti dipindahkan di salah satu SMA yang memungkinkan untuk tempat latihan, atau dimana. Karena panjat tebing khususnya di Bangli kota, boleh dikatakan belum ada peminatnya. Sedangkan yang ada peminatnya dari Kintamani. Kemungkinan karena akses yang jauh inilah jarang digunakan,” tandasnya. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved