Lonto Penasaran Isi Dalam Karung, Temukan Tulang Belulang di Jurang Perbatasan

Saat melintasi tegalan, ia menemukan sekarung berisi tulang belulang di jurang perbatasan Dusun Kebon, Desa Peninjoan dan Dusun Sidaparna, Bangli

Lonto Penasaran Isi Dalam Karung, Temukan Tulang Belulang di Jurang Perbatasan
Istimewa/Polres Bangli
Polisi melakukan identifikasi terhadap temuan tulang di tukad mati, wilayah Banjar Sidaparna, Desa Yangapi, Tembuku, Senin (25/2/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Wayan Lonto (35), hendak mencari bambu untuk bahan kerajinan anyaman, Senin (18/2/2019).

Saat melintasi tegalan, ia justru menemukan sekarung berisi tulang belulang di jurang perbatasan Dusun Kebon, Desa Peninjoan dan Dusun Sidaparna, Desa Yangapi, Tembuku, Bangli.

Kasubag Humas Polres Bangli, AKP Sulhadi menceritakan, karena merasa takut, Lonto memberitahukan pada kerabatnya bernama Nyoman Sukadana hingga akhirnya melaporkan pada kepala dusun.

Selang sepakan kemudian, Wayan Lonto kembali lagi ke jurang pukul 15.00 Wita dengan maksud sama yakni mencari bambu. Karena penasaran, kampil yang semula terbungkus akhirnya dibuka.

“Dilihatlah bahwa di dalam kampil isinya tulang belulang. Karena hal itulah pada keesokan harinya (kemarin), dia melaporkan ke Bhabinkamtibas setempat,” jelasnya, Senin (25/02/2019).

Tim identifikasi turun ke lokasi. Berdasarkan hasil keterangan saksi-saksi dan olah tempat kejadian pekara, tulang belulang tersebut sekitar tahun 1993 juga sempat ditemukan oleh warga setempat bernama Ni Made Rusmiati.

Kala itu, Rusmiati bersama suaminya sedang menggali tanah sebagai tambahan fondasi rumah bagian depan. Mereka saat itu memanfaatkan dengan menggali tanah yang ada di sisi barat rumah.

“Pada saat menggali, mereka menemukan tulang belulang itu. tidak ada rasa curiga antara keduanya, karena saat ditemukan, terdapat tulang yang berbentuk panjang, menyerupai tengkorak sapi. Oleh keduanya, temuan tersebut lanjut dikumpulkan serta dibungkus dengan kampil. Pada hari itu juga, kampil berisi tulang dibuang ke tukad mati,” paparnya.

Pastikan di Labfor
Kasubag Humas Polres Bangli, AKP Sulhadi tidak menampik temuan tulang pada 26 tahun lalu tersebut membuat geger warga sekitar setelah kembali ditemukan.

Terlebih kondisi tulang cenderung rapuh sehingga belum diketahui secara pasti jenis tulang apa yang berada di kampil itu.

“Dari hasil olah TKP dan keterangan saksi-saksi, memang ada kesesuaian bahwa tulang belulang tersebut adalah tulang hewan. Namun untuk kepastiannya apakah tulang hewan atau manusia, masih kami pastikan tulang tersebut ke laboratorium forrensik,” ucapnya. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved