BPJS Kesehatan Klungkung

Prinsip Gotong Royong Saat Sakit Maupun Sehat, Windu Sekeluarga Rasakan Manfaat JKN-KIS

Baik saat ia sakit dan memerlukan pengobatan maupun saat ia sehat dan tidak menggunakan jaminan dari JKN-KIS

Prinsip Gotong Royong Saat Sakit Maupun Sehat, Windu Sekeluarga Rasakan Manfaat JKN-KIS
BPJS Kesehatan
I Dewa Gede Windu Sadewa rasakan prinsip gotong royong saat sakit dan memerlukan pengobatan maupun saat ia sehat dan tidak menggunakan jaminan dari JKN-KIS. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Ceria. Itulah gambaran dari seorang I Dewa Gede Windu Sadewa (30), sosok pria multitalent yang selalu bersemangat ini.

Demikian pula yang dia tunjukkan saat tim dari BPJS Kesehatan meminta dirinya menjelaskan tentang pengalamannya menjadi peserta JKN-KIS.

Pria yang bekerja di salah satu perusahaan swasta di daerah Ubud, Gianyar ini bahkan menyatakan bukan hanya dirinya saja yang merasakan sangat terbantu oleh JKN-KIS, tetapi seluruh keluarga besarnya juga merasakan banyaknya manfaat dari program ini.

Pria yang kini telah menyandang status sebagai bapak dari 2 anak ini menceritakan masa-masa ketika dia merasakan manfaat sebagai peserta JKN-KIS.

Bukannya tanpa alasan, ia telah memahami konsep dari program ini dengan mempelajarinya sendiri. Hal itulah yang membuatnya sekeluarga selalu merasakan manfaat positif dari program ini. Baik saat ia sakit dan memerlukan pengobatan maupun saat ia sehat dan tidak menggunakan jaminan dari JKN-KIS.

“Saya berfikir kuncinya program ini adalah prinsip gotong-royongnya, jadi saya tidak pernah merasa dirugikan meskipun harus membayar iuran seumur hidup. Kadang kita hanya tahu program ini saat kita sakit, dan melupakan manfaatnya saat kita sehat,” ungkapnya.

Beberapa kali ia menggunakan jaminan JKN-KIS saat berobat, seperti contoh istrinya melahirkan dijamin oleh JKN-KIS. Kemudian neneknya yang saat ini sudah tua, jaminan kesehatannya juga diserahkan sepenuhnya kepada JKN-KIS, karena rutin berobat dan dirujuk balik ke Puskesmas.

“Ketika kita sehat, bukan berarti iuran kita akan hilang sia-sia. Justru sangat berarti bagi saudara kita yang sedang sakit. Meskipun sedikit, iuran kita menjadi bagian dari iuran JKN-KIS yang dibayarkan untuk menjamin saudara kita se-nasional yang sedang merasakan sakit. Itulah sisi pentingnya dan saya nikmati sekeluarga,” ceritanya.

Oleh sebabnya ia ingin ikut mengingatkan kepada peserta JKN-KIS agar rutin melaksanakan kewajiban pembayaran iuran bulanan.

Terlebih lagi tidak ada kesulitan sama sekali dalam membayar iuran mengingat banyaknya chanel pembayaran yang ia ketahui.

Untuk ukuran di desanya, bahkan koperasi kecil sudah ikut menyiapkan loket pembayaran iuran termasuk JKN-KIS. Belum lagi ada aplikasi Mobile JKN yang ia tunjukan dari handphone merupakan terobosan yang pro terhadap perkembangan teknologi.

Karena bisa menikmati program ini, maka tidak salah jika ia ingin membagi pengalamannya kepada masyarakat tentang program JKN-KIS.

Ia juga tergolong aktif di organisasi lingkungannya dan cukup rajin ikut menjawab persoalan yang berkaitan dengan program JKN-KIS sesuai dengan apa yang telah ia alami.

Ia berharap agar program JKN-KIS ini dapat berlangsung selamanya. Selain itu, menurutnya masyarakat dapat menyadari ketentuan-ketentuan program ini sebagai sebuah kewajiban dan menjadikannya sebagai rutinitas. (*)

Editor: Widyartha Suryawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved