Blak-blakan, Kuasa Hukum Sudikerta Curiga Ada Pihak Manfaatkan Isu Sudikerta Melarikan Diri

Berkaitan dengan kabar Sudikerta yang diakuinya hendak ke Jakarta, pihak Penasehat Hukum Sudikerta yang baru I Wayan Sumardika membenarkan

Blak-blakan, Kuasa Hukum Sudikerta Curiga Ada Pihak Manfaatkan Isu Sudikerta Melarikan Diri
Tribun Bali/Busrah Syam Ardan
Tim Penasehat Hukum Sudikerta yang baru, Advokat I Wayan Sumardika dan Gede Astawa saat dimintai keterangan oleh tribun-bali.com di rumah pemenangan Sudikerta, Sabtu (6/4/2019).  

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Berkaitan dengan kabar Sudikerta yang diakuinya hendak ke Jakarta, pihak Penasehat Hukum Sudikerta yang baru I Wayan Sumardika membenarkan niat Sudikerta tersebut.

Ditemui di Rumah Pemenangan Sudikerta di Renon, Sabtu (6/4/2019) sore tadi, Sumardika mengiyakan kliennya tersebut akan menyelesaikan persoalannya di Bali dengan berangkat ke Jakarta.

Namun di sisi lain dirinya juga menyayangkan sekaligus mencurigai ada pihak-pihak yang memanfaatkan peristiwa tersebut dengan membuat kabar Sudikerta akan melarikan diri.

Pihaknya menegaskan bahwa hal tersebut tidak benar.

"Inilah perlunya ada penasehat hukum yang dapat mengklarifikasinya atau meluruskan informasi ini kepada teman-teman.

"Begini, beliau dalam rangka ke Jakarta itu ada upaya-upaya penyelesaian kasus ini. Mungkin ada pihak yang mau membeli aset, dengan tujuan untuk menyelesaikan kasus di Polda ini. Tidak ada maksud lain. Tidak mungkinlah yang namanya Ketut Sudikerta, sekarang lagi Nyaleg DPR RI dan beliau sangat kuat elektabilitasnya. Jadi ndak mungkin meninggalkan Bali hanya gara-gara itu. Jadi cuma miss komunikasi saja," tegasnya di hadapan tribun-bali.com.

Baca: Hari Senin Penangguhan Penahanan Sudikerta Diajukan, Kuasa Hukum Beberkan Alasan Kesehatan Klien

Dia melanjutkan, dirinya pun menaruh curiga ada oknum tertentu yang menyebarkan isu tidak sedap tersebut.

"Tapi saya curiga juga ada pihak-pihak lain yang memanfaatkan kesempatan itu. Kan ini jamannya politik kan? kami curiga itu. Makanya harus kita luruskan sekarang. Jadi dimanfaatkan, dengan melempar isu Pak Ketut Sudikerta melarikan diri, kabur mau ke Singapura. Saat ini kami bilang ada pihak-pihak yang memanfaatkan. Jadi isu mengenai klien kami akan melarikan diri ke Singapura itu tidak benar," lanjut dia menekankan.

Justru dikatakannya, Sudikerta ingin ke Jakarta karena ada janji untuk membahas sesuatu yang bisa menyelesaikan persoalan di Bali.

Ditanya apakah dengan ditahannya Sudikerta akan menggerus elektabilitas politiknya, dia menanggapi bahwa hal itu tidak terjadi, malah dukungan terhadap Sudikerta, ucapnya masih solid.

"Sementara dari sisi politik, sepanjang yang kami amati, masih solid dukungan terhadap dia di bawah. Karena penggalangan dukungan dari partai, tim relawan, itu terstruktur dengan baik. Beliau punya basis massa, kantong-kantong suara, secara riil gitu. Jadi tidak terpengaruh," jawabnya, yakin.

Rencana akan membesuk Sudikerta dikatakannya itu pasti setiap saat.

"Yang namanya keluarga kan begitu. Kalau kami selalu monitor lah. Seperti yang sudah saya sampaikan hari Senin, kami akan koordinasi dengan penyidik sejauh mana perkara ini. Apalagi kami baru kemarin, jadi harus tahu dulu duduk perkaranya," kata dia.

Sedangkan tujuan kedatangan timnya di Mapolda Bali, Jumat (5/4/2019), diungkapkannya hanya untuk melakukan penandatanganan surat kuasa.

"Kedatangan kami di Ditreskrimsus Polda Bali kemarin, Jumat (5/4/2019) itu, dalam rangka kami ditunjuk sebagai kuasa hukum tentang penandatanganan surat kuasa, yang sebelumnya saya lihat ada pencabutan kuasa. Di samping dari pihak keluarga juga supaya dapat membesuk, terkait bagaimana kesehatan beliau, dan lainnya. Kami juga melihat belum ada jadwal pemeriksaan beliau," ungkapnya. (*)

Penulis: Busrah Ardans
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved