Fakta Kasus Mutilasi Guru Honorer, Selesai Intim Korban Minta Rp 100 Ribu, Cekcok hingga Berkelahi
Aris Sugianto (23) dan Azis Prakoso telah mendekam di sel Polda Jatim terkait kasus pembunuhan dan mutilasi guru honorer asal Kediri,
Fakta Kasus Mutilasi Guru Honorer, Selesai Intim Korban Minta Rp 100 Ribu, Cekcok hingga Berkelahi
TRIBUN-BALI.COM, SURABAYA - Aris Sugianto (23) dan Azis Prakoso telah mendekam di sel Polda Jatim terkait kasus pembunuhan dan mutilasi guru honorer asal Kediri, Budi Hartanto.
Aris Sugianto ditangkap di Jakarta pada Kamis (11/4/2019) sore.
Sedangkan Azis Prakoso ditangkap di Kediri pada hari yang sama sekitar pukul 20.00 WIB.
Berikut ini enam fakta terkait pembunuhan dan mutilasi guru honorer, Budi Hartanto.
1. Motif Pembunuhan
Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Gupuh Setiono mengatakan ada dua motif pembunuhan tersebut.
Pertama, motif asmara. Kedua, motif perselisihan antara dua pelaku dengan korban.
“Motifnya adalah hubungan asmara sejenis, lalu berakhir perselisihan.”
“Karena tidak diberi uang, dan berakhir dengan pertengkaran yang mengakibatkan korban dibunuh,” kata Gupuh seperti dikuti dari SURYAMALANG.COM.
Gupuh mengatakan, pelaku yang memiliki hubungan sejenis adalah Aris Sugianto.
Aris sudah tiga kali hubungan intim dengan korban di kediaman Aris.
“Setiap kali berhubungan, Aris memberi uang kepada korban.”
“Aris sayang pada korban, dan akan memberi apa yang diminta korban,” katanya.
2. Cekcok Usai Hubungan Badan