Mengenal Seni Rajah Tertua di Dunia, Tato Mentawai Sebagai Identitas Pemakainya
Mereka merajah tubuhnya mulai dari mata kaki, jari, dada rusuk, leher, hingga pipi
Mengenal Seni Rajah Tertua di Dunia, Tato Mentawai Sebagai Identitas Pemakainya
TRIBUN-BALI.COM - Jangan heran kalau melihat sekujur tubuh pria dan wanita Mentawai berlukiskan tato.
Bagi mereka, tato itu seperti pakaian.
Bahkan, keberadaannya merupakan identitas.
Seni rajah yang mereka pakai sama sekali jauh dari kata modern.
Tinta yang dipakai berasal dari arang kayu atau bekas pembakaran yang dihaluskan, lalu dicampur dengan perasan tebu.
Proses selanjutnya, duri atau jarum yang telah dicelupkan pada tinta tadi ditusukkan pada lapisan kulit, membentuk rupa-rupa motif.
Mereka merajah tubuhnya mulai dari mata kaki, jari, dada rusuk, leher, hingga pipi.
Menurut catatan peneliti tato Ady Rosa, tato Mentawai adalah identitas yang membedakan antara klan satu dengan lainnya.
Orang-orang Mentawai juga percaya, tato merupakan pancaran roh dari kehidupan mereka.
Tentu, ragam motif yang dilukis pada tubuh tak sembarang.
Baca: Tips Fengshui Kamar Tidur Ini Mendatangkan Keberuntungan Bagi Penghuninya
Baca: Sedang Marak Kasus Perundungan, Kak Seto Mulyadi Angkat Bicara
Tato di Mentawai disebut sebagai titi atau tiktik, yakni identitas.
Nah, selayaknya identitas, pada tato yang tertera tergambar mulai dari tanah asal, status sosial, hingga seberapa hebat seorang pemburu.
Tertua di dunia