KONI Akan Gelar Bimtek Pelatih dan Pengurus Cabor Se-Denpasar

KONI Denpasar akan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk pelatih maupun pengurus cabang olahraga (cabor) di Kota Denpasar

KONI Akan Gelar Bimtek Pelatih dan Pengurus Cabor Se-Denpasar
Tribun Bali/Putu Dewi Adi Damayanthi
Nyoman Mardika ditemui Tribun Bali di GOR Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Sabtu (20/4/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - KONI Denpasar akan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk pelatih maupun pengurus cabang olahraga (cabor) di Kota Denpasar, yang rencananya berlangsung di Gedung Sewaka Dharma, Lumintang, Denpasar, Bali, pada tanggal 27-28 April 2019.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Umum KONI Denpasar, Nyoman Mardika di GOR Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Sabtu (20/4/2019).

Dalam kegiatan tersebut akan dibahas beberapa hal seperti memberikan pelatihan pelatih maupun tentang pengelolaan keuangan pada pengurus cabang olahraga di Kota Denpasar.

“Dalam waktu dekat ini kami akan ada penyegaran pelatih, untuk mengadakan pelatihan, nanti kegiatan itu akan dibagi dua, tahap pertama akan diikuti pelatih dan tahap kedua akan diikuti pengurus cabang olahraga (di Denpasar). Kalau pelatihan itu (narasumbernya) dari Kemenpora, sedangkan untuk pengelola keuangan tentunya dari BPK,” katanya.

Baca: Puri Desa Gobleg Simpan 23 Keping Prasasti Era Kerajaan, Muat Tentang Batas-batas Wilayah Tamblingan

Baca: Hari Bumi 2019, Google Doodle Turut Merayakan dengan Tampilan Unik Ini

Baginya pelatihan pelatih merupakan hal yang penting dilakukan agar para pelatih nanti dapat memberikan motivasi untuk para atletnya saat latihan maupun bertanding.

“(Pelatihan pelatih) itu untuk memberikan motivasi kepelatihan pada atletnya supaya mereka di dalam bertanding termotivasi menjadi juara dan memenangkan pertandingan. Sedangkan untuk keuangan ini kenapa kita lakukan adalah supaya kita clean, artinya dari KONI memberikan bantuan ke masing-masing cabor supaya mereka bisa mempertanggungjawabkan, karena kita tidak ingin ada dana yang disalurkan kepada cabor tapi tidak bisa dipertanggungjawabkan, itu yang tidak boleh, termasuk juga KONI Denpasar, karena ini kan menggunakan dana yang lumayan besar, harapannya bahwa di dalam penggunaan dana itu transparan,” paparnya.

Ia melanjutkan, untuk dapat mencapai hal tersebut para atlet Kota Denpasar diharapkan mempunyai rekening.

Baca: Peringati Hari Bumi, Supersoda dan TrashStock Rilis Single Sampah Plastik

Baca: Bekal Michael! Tak Ada Kompromi Hadapi Mantan Rekan, Optimistis BU Kalahkan Persija Jakarta

“Saya selalu mengingatkan bahwa tidak ada atlet Kota Denpasar yang tidak punya rekening, mereka harus mempunyai rekening, kenapa? Karena baik itu bantuan ketika mereka latihan, mendapatkan uang saku maupun nanti mereka setelah juara dan mendapatkan bonus, itu semua masuk rekening, tidak ada lagi istilahnya mereka itu dapat dari kantong karena itu tidak diperbolehkan. Kami juga berharap para atlet Denpasar jangan lagi menguasakan, karena kalau menguasakan itu kan bahaya untuk orang itu ngambil dana, dan kami sudah memutuskan bahwa itu sudah tidak ada lagi, pokoknya semua atlet Denpasar harus mempunyai rekening. Kalau atletnya di bawah umur itu bisa dibantu oleh orangtuanya, jadi tidak ada alasan lagi, karena kita ingin transparan. Kalau kita ngomong Denpasar ini transparansi tetapi masih menggunakan cash money kan ada pemikiran kita itu tidak transparan, nanti dikira ada pemotongan/motong, kalau ada pemotongan/motongnya itu paling urusan pajak, jadi itulah pentingnya kita mengadakan bimtek terhadap mereka, jadi nanti pengelola keuangan itu supaya betul-betul memahami,” jelasnya.(*)

Penulis: Putu Dewi Adi Damayanthi
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved