Kemendikbud Surati Bupati Tabanan Terkait Pembangunan Helipad di Jatiluwih

Pembangunan landasan untuk pendaratan helikopter atau helipad di kawasan Subak Jatiluwih membuat geram beberapa pihak

Kemendikbud Surati Bupati Tabanan Terkait Pembangunan Helipad di Jatiluwih
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Diskusi Umum Hari Warisan Dunia 2019 bertajuk "Warisan Dunia dan Etika Pemanfaatannya" di Fakultas Hukum Universitas Udayana (Unud), Rabu (24/4/2019) pagi. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pembangunan landasan untuk pendaratan helikopter atau helipad di kawasan Subak Jatiluwih membuat geram beberapa pihak.

Pasalnya wilayah Subak Jatiluwih diakui sebagai Warisan Budaya Dunia oleh United Nation Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Pembangunan helipad itu juga menjadi perhatian staff dari Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya H Nadjamuddin Ramly menjelaskan, mengenai temuan ini, Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya telah melayangkan surat ke Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti.

Bupati Tabanan pun telah merespons surat tersebut dan landasan helikopter itu akan ditiadakan.

Baca: Balinese Megibung to Celebrate Alaya CEO’s Birthday

Baca: Dorong Pasar Kendaraan Elektrifikasi, Toyota Pasarkan C-HR Hybrid Electrified Vehicle

"Jadi saya kira ada kesadaran untuk itu, karena itu darurat, karena itu mengangkut para turis yang punya duit pakai helikopter dari Bandara Ngurah Rai ke situ, hanya untuk mungkin satu dua jam foto makan (dan) pulang," kata dia.

Hal itu disampaikan Nadjamuddin saat ditemui di Diskusi Umum Hari Warisan Dunia 2019 yang bertajuk "Warisan Dunia dan Etika Pemanfaatannya" di Fakultas Hukum Universitas Udayana (Unud), Rabu (24/4/2019) pagi.

Ditambahkan, jika Pemkab Tabanan ingin membangun helipad maka seharusnya bukan di kawasan Subak Jatiluwih yang merupakan situs Warisan Budaya Dunia.

"Tetapi itu kami sudah sarankan jangan di situ. Mengapa tidak di tempat lain yang dekat dengan kawasan itu," pintanya.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved