Pemilu 2019

Pengawas TPS Meninggal Sempat Dilarikan ke RS, Begini Kondisi Nyoman Astawa Saat Tiba di UGD Wangaya

dr AA Bagus Dharmayuda membenarkan pasien bernama I Nyoman Astawa sempat dilarikan ke UGD RSUD Wangaya

Pengawas TPS Meninggal Sempat Dilarikan ke RS, Begini Kondisi Nyoman Astawa Saat Tiba di UGD Wangaya
Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati
Koordinator UGD RSUD Wangaya, dr AA Bagus Dharmayuda saat ditemui Tribun Bali di UGD RSUD Wangaya, Denpasar, Bali, Rabu (24/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pengawas TPS 33 di Kelurahan Peguyangan, Denpasar Utara, I Nyoman Astawa meninggal dunia.

Koordinator UGD RSUD Wangaya, dr AA Bagus Dharmayuda membenarkan pasien bernama I Nyoman Astawa sempat dilarikan ke UGD RSUD Wangaya pada Sabtu (20/4/2019) malam.

"Sesuai dengan catatan rekam medis, pasien I Nyoman Astawa, laki-laki 54 tahun itu datang malam hari tanggal 20 April 2019. Sudah dalam kondisi tidak sadar, tidak bernafas, tidak ada nadi yang teraba. Jadi secara awam dikatakan pasien tiba dalam kondisi sudah meninggal," jelasnya saat ditemui Tribun Bali, Rabu (24/4/2019).

Baca: Lion Air Catatkan Kinerja Ketepatan Waktu 85,97 Persen Pada Periode Januari-Maret 2019

Baca: Jengkol Terbukti Secara Sains Punya 2 Manfaat Menghadapi Sel Kanker

dr AA Bagus Dharmayuda mengatakan, karena belum ada tanda-tanda pasti kematian pihaknya sempat melakukan pertolongan hidup dasar.

Koordinator UGD RSUD Wangaya, dr AA Bagus Dharmayuda saat ditemui Tribun Bali di UGD RSUD Wangaya, Denpasar, Bali, Rabu (24/4/2019).
Koordinator UGD RSUD Wangaya, dr AA Bagus Dharmayuda saat ditemui Tribun Bali di UGD RSUD Wangaya, Denpasar, Bali, Rabu (24/4/2019). (Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati)

Pihaknya sempat melakukan pompa kurang lebih 5 siklus selama 15 menit namun tidak ada perubahan.

Karena tidak ada respons sama sekali serta tidak ada denyut nadi yang teraba, maka pihaknya menghentikan pertolongan hidup dasar dan menyatakan I Nyoman Astawa meninggal Dead On Arrival (DOA) atau datang dalam keadaan meninggal.

"Jadi sebenarnya I Nyoman Astawa memang datang tidak dalam dirawat, memang datang dalam kondisi DOA," ungkapnya.

Baca: Trafik Data XL Axiata Naik 24 Persen Saat Pemilihan Presiden 2019

Baca: Suasana Hati Buruk Karena Setiap Hari Kerja Keras Bagai Kuda? Anda Butuh Liburan!

Pihak RUSD Wangaya tidak melakukan otopsi karena tidak ada permintaan dari pihak keluarga.

Kini jenazah I Wayan Astawa masih dititipkan di RSUD Wangaya.

Peti jenazah I Nyoman Astawa (tengah), petugas KPPS yang meninggal, dititipkan di Instalasi Jenazah RSUD Wangaya, Denpasar, Bali, Rabu (24/4/2019)
Peti jenazah I Nyoman Astawa (tengah), Pengawas TPS yang meninggal, dititipkan di Instalasi Jenazah RSUD Wangaya, Denpasar, Bali, Rabu (24/4/2019) (Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati)

Diberitakan sebelumnya, dua jajaran Bawaslu di Bali meninggal dunia saat bertugas mengawal pelaksanaan pesta demokrasi.

Ketua Bawaslu Bali, Ketut Ariyani mengatakan satu anggota PTPS (Pengawas Tempat Pemungutan Suara) meninggal dalam tugasnya saat mengawal pungut hitung di Kota Denpasar.

"PTPS kami I Nyoman Astawa meninggal dunia setelah mengawasi proses pungut hitung hingga pukul 03.00 Wita, Sabtu (20/4/2019) lalu," katanya saat dihubungi via telepon di Denpasar, Bali, Selasa (23/4/2019) malam.

(ana/azm)

Penulis: Noviana Windri
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved