250 IKM Bali Go Digital Melalui E-Smart IKM

Kementerian Perindustrian dalam hal ini Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) mengadakan acara e-Smart IKM 2019

250 IKM Bali Go Digital Melalui E-Smart IKM
Tribun Bali/Karsiani Putri
Pembukaan acara e-Smart IKM 2019 dengan tema ‘IKM Go Digital’ di Hotel Aryaduta, Jalan Kartika Plaza, Kuta, Bali, Senin (29/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Guna mempersiapkan industri kecil dan menengah (IKM) menuju revolusi industri 4.0, Kementerian Perindustrian dalam hal ini Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) mengadakan acara e-Smart IKM 2019 dengan mengangkat tema ‘IKM Go Digital’.

Acara yang dihadiri 250 IKM dari Provinsi Bali ini berkolaborasi dengan lima marketplace, dua fintech, satu perbankkan, dua perusahaan pengiriman, satu jasa eksportir dan komunitas penyedia layanan Informasi berbasis open ERP.

Kegiatan IKM Go Digital yang diadakan pada Senin (29/4/2019) ini dikemas dalam konsep pameran, talkshow, dan juga workshop.

Ni Nyoman Ambareny selaku perwakilan Ditjen IKMA di sela-sela pembukaan acara e-Smart IKM 2019 menyebutkan bahwa salah satu permasalahan yang dihadapi dalam Making Indonesia 4.0 adalah Industri Kecil dan Menengah yang tertinggal dalam pemanfaatan teknologi.

Baca: Tips Lancar Menjalani Puasa Selama Bulan Ramadan, Jangan Lewatkan Olahraga dan Penuhi Asupan Vitamin

Baca: Tak Mungkin Bertemu di Semi Final, Djanur Amini Persebaya-Bali United Bertemu di Final

“Melalui program ini kami harap akan menjadi penghubung bagi IKM untuk belajar bagaimana menggunakan platform digital untuk meningkatkan daya saingnya,” ucap Ni Nyoman Ambareny di Hotel Aryaduta, Jalan Kartika Plaza, Kuta, Bali.

Program e-Smart IKM sendiri diluncurkan oleh Kemenperin pada tahun 2017, dan sampai dengan 2018 sebanyak 5.945 IKM turut serta dalam program tersebut dan telah membuahkan nilai transaksi sebesar Rp 2 miliar lebih dan naik signifikan dari nilai transaksi tahun sebelumnya yang hanya Rp 168 juta.

Adapun dua belas kontributor yang mengikuti acara ini yakni Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Blibli, Blanja.com, Dana, OVO, Imooji, Odoo Indonesia Network, Mandiri, JNE, dan Si Cepat.

Selain itu acara ini juga didukung oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali dan Dinas Perindustrian kabupaten/kota yang ada di Provinsi Bali.

Baca: Ini Menu Latihan Bali United Sebelum Leg II Kontra Persija Jakarta

Baca: Pelatih Persebaya Djanur Amini Jumpa Bali United di Final Piala Indonesia

Kolaborasi ini merupakan kekuatan untuk memperkuat daya saing industri Indonesia dan harus bergerak bersama. 

Ditemui dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali, Putu Astawa menyebutkan bahwa saat ini masyarakat harus mampu mengikuti dan memanfaatkan perkembangan teknologi.

“Melalui acara ini, IKM difasilitasi untuk bisa melakukan penjualan secara online sehingga bisa meningkatkan capacity building bagi pelaku-pelaku dan supaya bisa melakukan marketing secara online,”  ungkapnya.

Ia juga menuturkan bahwa salah satu kendala yang masih dihadapi saat ini adalah masih terbatasnya pengetahuan IKM dalam teknik berjualan secara online, sehingga dengan adanya acara ini diharapkan IKM dapat berkembang lebih maju lagi sehingga dapat memengaruhi daya saing mereka juga.

IKM yang tercatat di Bali saat ini adalah 15.100an yang bergerak di berbagai macam bidang seperti kerajinan kayu, minuman, perak, fashion dan masih banyak lainnya.

Rata-rata dari total IKM tersebut didominasi oleh kerajinan kayu dan fashion. (*)

Penulis: Karsiani Putri
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved