Petinju Bali, Gregorius Gheda Dende Target Emas Pra PON 2019

Gregorius yang pernah memperoleh medali perunggu PON 2016 di kelas 60 kg ini, akan berjuang kembali untuk melangkahkan kakinya menuju PON 2020

Petinju Bali, Gregorius Gheda Dende Target Emas Pra PON 2019
Tribun Bali/Putu Dewi Adi Damayanthi
Gregorius Gheda Dende di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Bali, Selasa (30/4/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Petinju Bali, Gregorius Gheda Dende yang pernah memperoleh medali perunggu PON 2016 di kelas 60 kg ini, akan berjuang kembali untuk melangkahkan kakinya menuju PON 2020.

Pria berkulit sawo matang tersebut merupakan satu diantara petinju yang terpilih untuk mewakili Bali pada Pra PON 2019 nanti, dan sekarang sedang mempersiapkan diri menghadapi event tersebut.

Gregorius berkata bahwa ia melakukan latihan fisik dan teknik hampir setiap hari bersama petinju Bali lainnya, selain itu ia juga menambah latihannya agar siap dan matang saat menghadapi Pra PON 2019.

“Persiapan kita ikuti instruksi pelatih terus kita ulangi-ulangi lagi kalau ada waktu, kalau ada waktu luang dikit ya kita tambahin latihan dikit-dikit, tambahannya seperti biasa kalau memang kita masih perlu fisik kita tambah fisik, kalau mau tambah kekuatan ya main beban,“ ucapnya saat ditemui Tribun Bali di Lapangan Niti Mandala, Renon, Denpasar, Bali, Selasa (30/4/2019).

Baca: Kalahkan Pesilat Gianyar, Dian Purnami Raih Emas! Laga Antar Bintang Kelatnas Indonesia PD Bali

Baca: Seorang Teman Ungkap Latar Belakang Dan Niat Asli Fadel Islami Nikahi Musdalifah

Walau sudah melakukan latihan seperti itu, namun ia merasa masih banyak kekurangan yang ia miliki seperti fisiknya yang belum begitu bagus serta tekniknya yang masih harus dilatih.

“Sekarang saya masih banyak kekurangan, mulai dari fisik belum begitu bagus, kalau dari teknik juga masih banyak kekurangan, tapi ya kita usaha semaksimal mungkin latihan dengan baik,“ katanya.

Berbeda dari PON 2016 sebelumnya, kini Gregorius berencana turun di kelas 64 kg pada Pra PON 2019.

Ia merasa kelas 64 kg lebih baik dibandingkan kelas 60 kg yang pernah ia ikuti pada PON 2016 lalu.

Baca: Winurjaya Nahkodai PBSI Bali Periode 2019-2023

Baca: Rayakan Kartini, The ONE Legian & Hotel Vila Lumbung Gelar Seminar The Power of Women

“Saya rasa lebih bagus di Welter ringan kelas 64 kg dibanding kelas 60 kg itu, karena di kelas 60 kg itu banyak sekali saingannya, kalau di kelas 64 kg palingan ada 3 atau 4 saja, di kelas 60 kg rata-rata bagus semua seluruh provinsi,” ucapnya.

Ia sudah mencari beberapa informasi tentang petinju-petinju di kelas 64 kg yang kemungkinan akan menjadi lawannya di Pra PON 2019, dan ia merasa tidak ada perbedaan yang begitu jauh antara mereka dan dirinya.

Namun pada Pra PON 2019 nanti ia merasa yang akan menjadi saingan terberatnya yaitu atlet tinju NTT, ia juga sudah pernah bertemu dengan petinju tersebut sebanyak dua kali dalam kejurnas.

Baca: Hari Ini Tarif Baru Ojek Online Mulai Berlaku, Ini Rinciannya

Baca: Rilis Single Perdana Pelangi Setelah Hujan, Ope Tebarkan Semangat Menggapai Mimpi

“Saingan terberat untuk sekarang NTT, itu karena kemarin dia masuk tim Asian Games terus pelatnas sekarang juga,“ katanya.

Walau merasa atlet tinju NTT akan menjadi saingan terberat, namun Gregorius tetap optimistis bisa menapai target yang ia inginkan saat Pra PON 2019 nanti, yaitu lolos Pra PON 2019 dengan medali emas.

“Target saya sih, perak di PON 2020 kalau bisa dan kalau Tuhan kasih izin, kalau untuk Pra PON 2019 ini medali emas lah,“ ucapnya.

Pra PON 2019 rencananya akan berlangsung di Ternate, Maluku Utara tanggal 15 September 2019.(*)

Penulis: Putu Dewi Adi Damayanthi
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved