Penerapan E-Ticketing di Tanah Lot Belum Jalan, Tiket untuk Pemedek Dinilai Perlu Dipikirkan

ada beberapa faktor yang perlu dilakukan kajian yang sangat matang untuk menerapkan sistem e-ticketing ini

Penerapan E-Ticketing di Tanah Lot Belum Jalan, Tiket untuk Pemedek Dinilai Perlu Dipikirkan
Tribun Bali/I Made Argawa
Daerah Tujuan Wisata (DTW) Tanah Lot yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Pemkab Tabanan kembali melakukan pembahasan terkait rencana penerapan e-ticketing di Daerah Tujuan Wisata (DTW) Tanah Lot di Ruang Rapat Bupati Tabanan, Selasa (7/5/2019).

Penerapan e-ticketing itu diklaim lebih menarik minat wisatawan untuk datang ke Tanah Lot karena efisien dan tidak berbelit-belit.

Namun, pihak DTW Tanah Lot juga belum berani memastikan kapan rencana ini akan terealisasi. Sebab ada beberapa faktor yang perlu dikaji lebih matang untuk menerapkan sistem e-ticketing ini.

Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti menjelaskan, saat ini proses penerapan e-ticketing tinggal menunggu waktu saja, karena seluruh pihak terkait sudah memahami hal tersebut.

“Tinggal satu nafas, dan tujuan kita membuat etickting ini adalah untuk memahami Tanah Lot itu sendiri punya potensi yang sangat besar yang bisa menjadi pendapatan yang menguntungkan dan bermanfaat bagi masyarakat Tabanan itu sendiri,” ucapnya.

Ia juga menekankan agar dalam penerapan maupun penyusunan program di DTW Tanah Lot dirinci dengan baik. Hal itu untuk lebih meminimalisasi resiko dan kesalahan, terlebih lagi penerapannya menggunakan sistem teknologi.

“Karena sekarang sudah jamannya teknologi. Dan teknologi selalu memberikan keuntungan yang besar, maka kita manfaatkan teknologi yang ada. Contohnya aplikasi ojek online yang ada dan harus kita ikuti, karena apa-apa sudah dalam genggaman. Karena sekarang jamannya efektif, dan efisen,” katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Manager DTW Tanah Lot, I Ketut Toya Adnyana menyampaikan penerapan e-ticketing tersebut masih dalam proses.

Ia mengakui mengalami kendala terkait pengadaan barangnya, meskipun tempat sudah siap.

“Tadi ibu (Bupati) juga menyampaikan bahwa kita lakukan proses sesuai dengan kajian-kajian yang ada,” ujar Toya saat dihubungi Tribun Bali.

“Ini baru awal dan masih proses. Saat ini juga belum ada rencana pengadaan juga,” imbuhnya.

Toya menjelaskan kawasan Tanah Lot sangat berbeda dengan obyek wisata yang lain.

Sewaktu-waktu, Pura Luhur Tanah Lot yang bisanya didatangi puluhan ribu pamedek saat pujawali juga perlu dipikirkan jika penerapan e-ticketing mulai diterapkan.

“Kalau kita punya jalur khusus untuk sembahyang kan tidak masalah. Itu sudah saya sampaikan, tapi sesuai dengan informasi dari pihak penyedia, katanya itu bisa. Tapi ini masih proses juga kita tunggu saja dulu, intinya belum bisa secepat yang kita harapan karena masih perlu kajian yang lebih matang,” tandasnya. (*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved