Laba Bersih BPD Bali Rp 153 Miliar, Mencapai 109,99 Persen dari Target Awal

Hingga akhir Maret 2019, Bank BPD Bali berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 153 miliar

Laba Bersih BPD Bali Rp 153 Miliar, Mencapai 109,99 Persen dari Target Awal
Tribun Bali/Ida Ayu Made Sadnyari
Ilustrasi buku tabungan BPD Bali. Laba Bersih BPD Bali Rp 153 Miliar, Mencapai 109,99 Persen dari Target Awal 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Hingga akhir Maret 2019, BPD Bali berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 153 miliar.

Sedangkan dari total dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun BPD Bali mencapai Rp 19.818 miliar atau meningkat 10,14 persen dibandingkan Maret 2018.

Dari total DPK BPD Bali, porsi giro mencapai Rp 3.158 miliar, tabungan menembus Rp 8.463 miliar, dan untuk deposito sebesar Rp 8.197 miliar.

Pencapaian DPK pada Triwulan I Tahun 2019 ini mencapai 109,99 persen dari target yang diharapkan.

Direktur Utama BPD Bali, I Nyoman Sudharma, di Denpasar, Kamis (9/5/2019), mengungkapkan sepanjang Triwulan I-2019, BPD Bali mampu mencapai kinerja yang baik dari sisi total aset, penghimpunan dana pihak ketiga, dan pencapaian target laba.

Selain itu BPD Bali juga mendapatkan penghargaan sebagai TOP BPD BUKU II 2019 oleh Top BUMD Award.

Baca: Pemakaman Muslim Overload, Satu Liang Makam di TPU Maruti 13 Diisi 5 Jenazah

Baca: Hadapi Persebaya di Dipta Tanpa Penonton, Taufiq Berharap Motivasi Tim Makin Kuat

Sampai Maret 2019, BPD Bali telah menyalurkan KUR Mikro sebesar Rp 11,440 miliar dan KUR Kecil sebesar Rp 251,737 miliar, dimana pencapaian target KUR pada Triwulan I-2019 sebesar 110,23 persen.

Sementara untuk total aset BPD Bali tembus hingga Rp 24.368 miliar atau meningkat 7,99 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 22.564 miliar.

Untuk rasio-rasio keuangan CAR BPD Bali tercatat 23,83 persen, LDR sebesar 84,21 persen, BOPO sebesar 69,67 persen, ROA sebesar 3,16 persen, ROE  tercatat 18,93 persen.

Hasil self assessment penilaian Tingkat Kesehatan Bank Posisi Desember 2018, BPD Bali memperoleh peringkat (dua), dimana mencerminkan kondisi Bank yang secara umum sehat, sehingga dinilai mampu menghadapi pengaruh negatif yang signifikan dari perubahan kondisi bisnis dan faktor eksternal lainnya.

Halaman
12
Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved