Mengambil Pelajaran Hidup dari Mas Nan dan Susiyati, Kesetiaan, Kesabaran, dan Kerja Keras
Pasangan tuna netra ini tinggal di Lingkungan Pertukangan, Kelurahan Loloan Barat, Kecamatan Negara, Jembrana.
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Rizki Laelani
Mengambil Pelajaran Hidup dari Mas Nan dan Susiyati, Kesetiaan, Kesabaran, dan Kerja Keras
TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Pasangan suami istri berkebutuhan khusus, Mas Nan (47) dan Susiyati (42) tampak bahagia di tengan segela keterbatasannya.
Menjalani hidup penuh sabar lanyak di-contoh.
Pasangan tuna netra ini tinggal di Lingkungan Pertukangan, Kelurahan Loloan Barat, Kecamatan Negara, Jembrana.
Pasangan ini memiliki cerita hidup luar biasa.
Hidup sederhana, di rumah orangtua Mas Nan.
Kondisi rumahnya sangat sederhana. Atapnya bocor, tembok mulai keropos, dan beberapa kekurangan lainnya.
Namun, itu tidak menyurutkan harapan mereka untuk berjuang mengarungi hidup.
Untuk kehidupan sehari-hari Mas Nan menjadi tukang pijat khusus pria.
Demikian juga Susiyati menjadi tukang pijat khusus perempuan.
Baca: Gadis 15 Tahun Masuk Perangkap Setelah Dimanja Ketua RT, Curhat ke Bibi Malah Makin Parah
Baca: Gubernur Bali Rencanakan Tutup Taksi Online, Begini Sikap Driver Taksol di Jayamahe
Baca: Suku di Indonesia yang Punya Mata Biru, Ada di Pedalaman Halmahera dan Terancam Punah
Penghasilan sebagai tukang pijat juga tidaklah banyak karena sesuai keiklasan.
Dalam sebulan paling tidak mereka masing-masing mendapat lima pasien.
"Ya syukur kami masih bisa hidup cukup," ucap Mas Nan, ditemui dua hari lalu di rumahnya.
Selain memijat, Mas Nan dan istri kadang memenuhi permintaan untuk job menyanyi.
Selain bisa bernyanyi, Mas Nan juga dapat memainkan beberapa alat musik, seperti gitar dan organ.