Milenial Butuh Modal untuk Bikin Start Up, Gubernur Bali Harapkan Ini

Kita siapkan sistem yang bisa mendukung para lulusan ini agar bisa dikelola dengan baik, harus ada kepastian.

Milenial Butuh Modal untuk Bikin Start Up, Gubernur Bali Harapkan Ini
Istimewa/Humas Pemprov Bali
Gubernur Bali Wayan Koster menerima BUMD Award dari Kemendragi di kantor Gubernur Bali di Renon, Denpasar, Bali, Senin (13/5/2019). 

Milenial Butuh Modal untuk Bikin Start Up, Gubernur Bali Harapkan Ini

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Persoalan bidang keterampilan tenaga kerja lokal dan pengembangan pelaku bisnis start up dari kalangan fresh graduate atau milenial menjadi perhatian serius Gubernur Bali Wayan Koster.

Keinginan serius ini kemudian disampaikan Gubernur Koster ketika menerima audensi PT Penjamin Kredit Daerah (Jamkrida) dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali di Kantor Gubernur Bali, di kawasan Renon, Denpasar, Bali, Senin (13/5/2019).

Gubernur Koster yang juga ketua DPD PDIP Bali ini meminta agar PT Jamkrida dan BPD Bali agar membantu mengatasi persoalan ini melalui berbagai kebijakan yang akan dirancang pihaknya.

“Kita siapkan sistem yang bisa mendukung para lulusan ini agar bisa dikelola dengan baik, harus ada kepastian. Sistem pendidikannya sudah baik, sekarang bagaimana setelah lulus? Harus diatur sedemikian rupa, ke mana dia setelah lulus?” kata Gubernur.

Koster mengatakan, perlu ada sinergi yang baik antara SMK dan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk menyiapkan lulusan yang siap dan terampil sebelum terjun langsung ke dunia kerja.

“Dipersiapkan dengan benar agar siswanya benar-benar siap dengan cakupan yang lebih luas. Siapkan bahan ajar, pengajar dan sebagainya sesuai dengan kebutuhan industri, misalnya,” kata Koster.

Koster kemudian menyontohkan saat ini di Bali sangat membutuhkan pramuwisata untuk wisatawan asal Cina yang dalam beberapa tahun terakhir jumlahnya naik cukup signifikan, bahkan mendominasi kunjungan. wisatawan ke Bali.

“Mesti ada yang menangani, untuk pelatihannya seperti apa? Agar setelah lulus mereka langsung ikut pelatihan, sudah punya gambaran. Begitu juga soal administrasi dan biaya sudah ada skemanya, lengkap semuanya,” tegas Koster.

Sementara itu, untuk mereka yang memulai usaha secara mandiri atau yang beken dengan sebutan start up, Koster meminta PT Jamkrida dan BPD Bali agar membatu memfasilitasi dengan berbagai kemudahan terkait permodalan guna pengembangan usaha mereka.

“Kita petakan juga klasifikasi start up-nya apa saja? Karena di Bali, kita lihat relatif sedikit usaha skala besar, lebih baik fokus saja kepada UMKM,” katanya.

Dalam kesempatan itu, diserahkan pula BUMD Award 2019 oleh Kemendagri RI kepada Gubernur Bali selaku Pembina BPD Bali serta Jamkrida Bali.

“Kriterianya, dilihat dari kinerja yang meningkat termasuk dari sisi keuangan yang dalam penilaian masuk kategori sangat sehat,” tutur Direktur PT Jamkrida Bali I Ketut Widiana Karya. (*)

Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved