Wujudkan Bali Bersih, Konsep Pengurangan Risiko Solusi Atas Masalah Rokok

upaya pengendalian dan pencarian solusi, terutama pada sektor lingkungan dan kesehatan, dari berbagai pemangku kepentingan

Wujudkan Bali Bersih, Konsep Pengurangan Risiko Solusi Atas Masalah Rokok
dokumentasi
Peneliti Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) dan Ketua Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR), Dr. drg. Amaliya, MSc., PhD, menjelaskan masyarakat perlu mendapatkan edukasi mengenai zat berbahaya yang terkandung dalam asap rokok. 

Wujudkan Bali Bersih, Konsep Pengurangan Risiko Solusi Atas Masalah Rokok

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali tengah berupaya mewujudkan program Bali Bersih melalui visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” yang dicanangkan oleh Gubernur I Wayan Koster dan Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati.

Diperlukan upaya pengendalian dan pencarian solusi, terutama pada sektor lingkungan dan kesehatan, dari berbagai pemangku kepentingan agar keseimbangan alam serta kesejahteraan masyarakat Bali tercapai.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Bali tahun 2018, angka prevalensi perokok di Bali tercatat mengalami peningkatan. Angka perokok remaja dari tahun 2016 yang berjumlah 11,2 persen naik pada tahun 2017 hingga 14,1 persen.

Jumlah perokok yang tinggi dipastikan dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan dan ekosistem lingkungan, khususnya pada kualitas udara, karena asap yang dihasilkannya.

Dilansir dari Greenpeace, pada pertengahan Juli 2018, Bali, khususnya Denpasar, memiliki kualitas udara yang buruk dengan nilai mencapai 155.

Kondisi ini tentunya berbahaya bagi kesehatan masyarakat karena menurut indeks pencemaran udara, nilai di atas 100 memiliki efek buruk bagi kesehatan manusia.

Peneliti Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) dan Ketua Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR), Dr. drg. Amaliya, MSc., PhD, menjelaskan masyarakat perlu mendapatkan edukasi mengenai zat berbahaya yang terkandung dalam asap rokok.

Untuk itu, perlu adanya dukungan dari Pemprov Bali untuk memperkenalkan konsep pengurangan risiko bagi rokok melalui produk tembakau alternatif yang tidak melalui proses pembakaran melainkan pemanasan sehingga menghasilkan uap bukan asap.

Dengan demikian, produk tersebut tidak menghasilkan TAR dan berbagai zat kimia berbahaya bagi tubuh manusia.

Halaman
123
Editor: Rizki Laelani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved