UPDATE Korban Hipnotis! Nyoman Suarmi, Uang Pecahan Dolar untuk Korban Gempa Digondol Pelaku

Tak berselang lama, sekitar pukul 09.30 Wita korban kemudian keluar dari areal Gedung Maria dengan maksud untuk mencari makan.

Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Rizki Laelani
tangkap layar tribunnews
Ilustrasi hipnotis: Ada beberapa gejala awal saat Anda menjadi target pelaku kejahatan hipnotis. Biasanya gejala awal yang dirasakan adalah tubuh yang tiba-tiba mengalami sensasi mengantuk berat. 

UPDATE Korban Hipnotis! Nyoman Suarmi, Uang Pecahan Dolar untuk Korban Gempa Digondol Pelaku

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Ni Nyoman Suarmi, warga Banjar Kedampal, Desa/Kecamatan Kerambitan, Tabanan, yang merupakan korban hipnotis menceritakan kronologi dirinya saat kejadian tersebut.

Bahkan, ia menyebutkan uang deposito senilai Rp 50 Juta tersebut merupakan uang simpanan dari hasil jual mobil pribadinya beberapa waktu lalu.

Dan hingga saat ini ia masih berharap agar aparat segera menemukan empat pelaku penipuan.

"Selama saya bersama mereka (empat pelaku) itu seakan tidak sadar telah mengikuti semua perintah empat pelaku itu," tutur Suarmi saat dijumpai di rumahnya, Rabu (19/6).

Ia menceritakan, awalnya ia bersama suaminya, I Nengah Wijana berangkat menuju Gedung Maria Tabanan untuk menghadiri acara Gebyar Pajak, Jumat (14/6) sekitar pukul 08.30 Wita.

Tak berselang lama, sekitar pukul 09.30 Wita korban kemudian keluar dari areal Gedung Maria dengan maksud untuk mencari makan.

Karena belum mengetahui akan mencari makannan apa, ia kemudian bermaksud untuk menghampiri kerabatnya yang memiliki studio foto di bagian pojok Pasar Tabanan.

"Setelah di luar mau ke studio foto itu, datang seorang laki-laki (diduga satu di antara pelaku) yang mau menanyakan jalan menuju Karangasem."

"Saya juga sempat bersalaman dengan lelaki tersebut. Tapi belum sempat menjawab pertanyaan lelaki tersebut, lalu datang seorang perempuan dan langsung menjawab bahwa ke Karangasem tersebut masih jauh," tuturnya.

Kemudian, lanjut dia, setelah percakapan singkat tersebut tiba-tiba datang sebuah mobil warna putih yang di dalamnya terdapat dua orang laki-laki.

Langsung saja dirinya diminta untuk ikut ke Bank Mandiri bersama empat orang pelaku tersebut untuk menarik uang.

Di dalam perjalan atau di dalam mobil, pelaku mengatakan kepada korban bisa menggandakan uang dan setelah itu korban langsung percaya.

Selain itu juga membawa sebuah tas besar yang didalamnya terdapat uang pecahan dolar yang katanya akan digunakan untuk membantu korban gempa di Karangasem.

Dalam perjalanan pelaku juga berhasil membawa kabur uang Rp 4 juta karena saat itu masih dalam pengaruh hipnotis para pelaku.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved