Peringatan Wafatnya Isa Al Masih
Dengan Kebangkitan Kristus Kita Mewujudkan Komunitas Basis Gerejawi
Perayaan Paskah 2014 bertema Komunitas Basis Gerejawi bagi umat Katolik yang terbuka bagi semua orang,
Laporan Wartawan Tribun Bali, Eviera Paramitha Sandi
Disampaikan oleh Romo Krist. Ratu, SVD.
Pastor Paroki Roh Kudus Katedral
Perayaan Paskah 2014 bertema Komunitas Basis Gerejawi bagi umat Katolik yang terbuka bagi semua orang, membangun persaudaraan sejati dan tidak membeda-bedakan karena semua bersaudara.
Menjadi umat katolik harus menjadi Komunitas basis gerejawi yang hidup, bersaudara, bersahabat, tidak ada sekat ataupun memilah-milah antara satu dengan yang lainnya.
Perayaan paskah berati Yesus mati di kayu salib untuk menebus dosa umat manusia, karena manusia tidak mampu menyelamatkan dirinya sendiri, maka yesus wafat di kayu salib untuk menyelamatakan manusia dari dosa.
Malam kamis putih melalui prosesi pembasuhan kaki 12 murid yesus berarti mengenang kembali bagaimana yesus membasuh kaki ke 12 murid yang mengikutiNYA.
Satu hal yang ingin disampaikan adalah, Yesus ingin menyatakan bahwa penghormatan itu tidak hanya diberikan pada orang tertentu, raja tertentu ataupun suku tertentu, tapi diberikan penghormatan bagi semua orang. Karena didalam Dia tidak ada perbedaan.
Ketika Yesus membasuh kaki para murid ia hendak menunjukkan kepada para muridnya supaya kamu mau menghormati semua orang. Tidak boleh ada perbedaan. Semuanya harus dalam semangat saling mencintai dimana para rasul harus menjadi contoh.
Maka orang katolik diingatkan untuk membangun persaudaraan sejati bagi semua orang. Tidak ada perbedaaan antar yang satu dengan yang lain, antara yang miskin dengan yang kaya, karena semuanya itu sama di hadapan Tuhan.
Sebuah anggapan bahwa orang yang berbadan besar, memiliki sepatu yang besar namun dalam jiwanya memiliki semangat kecil, persaudaraan kecil dan pelayanannya di gereja sangat kecil. Yang Yesus harapkan kita harus menjadi orang besar, berhati besar, semangat besar dalam pelayanan gereja katolik dan persaudaraan besar seperti Yesus.
Bila dikaitkandengan pesta demokrasi di Indonesia, Tuhan Yesus menyadarkan kita bahwa kita harus membangun Negara Indonesia ini dalam semangat persaudaraan sejati. (*)

