Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Peringatan Wafatnya Isa Al Masih

Dengan Kebangkitan Kristus Kita Mewujudkan Komunitas Basis Gerejawi

Perayaan Paskah 2014 bertema Komunitas Basis Gerejawi bagi umat Katolik yang terbuka bagi semua orang,

Tayang:
Editor: Iman Suryanto
Dengan Kebangkitan Kristus Kita Mewujudkan Komunitas Basis Gerejawi - 20140417_182652.jpg
Tribun Bali/Eviera Paramita Sandi
Dengan Kebangkitan Kristus Kita Mewujudkan Komunitas Basis Gerejawi - 20140417_200608.jpg
Tribun Bali/Eviera Paramita Sandi
Romo Krist. Ratu, SVD.

Laporan Wartawan Tribun Bali, Eviera Paramitha Sandi

Disampaikan oleh Romo Krist. Ratu, SVD.
Pastor Paroki Roh Kudus Katedral

Perayaan Paskah 2014 bertema Komunitas Basis Gerejawi bagi umat Katolik yang terbuka bagi semua orang, membangun persaudaraan sejati dan tidak membeda-bedakan karena semua bersaudara. 

Menjadi umat  katolik harus menjadi Komunitas basis gerejawi yang hidup, bersaudara, bersahabat, tidak ada sekat ataupun memilah-milah antara satu dengan yang lainnya.

Perayaan paskah berati Yesus mati di kayu salib untuk menebus dosa  umat manusia, karena manusia tidak mampu menyelamatkan dirinya sendiri, maka yesus  wafat di kayu salib untuk menyelamatakan manusia dari dosa. 

Malam kamis putih melalui prosesi pembasuhan kaki 12 murid yesus berarti mengenang kembali bagaimana yesus membasuh kaki ke 12  murid  yang mengikutiNYA.  

Satu hal yang ingin disampaikan adalah, Yesus ingin menyatakan bahwa penghormatan itu tidak hanya diberikan pada orang tertentu, raja tertentu ataupun suku tertentu, tapi diberikan penghormatan bagi semua orang. Karena didalam Dia tidak ada perbedaan.

Ketika Yesus membasuh kaki para murid ia hendak menunjukkan kepada para muridnya supaya kamu mau menghormati semua orang. Tidak boleh ada perbedaan. Semuanya harus dalam semangat saling mencintai dimana para rasul harus menjadi contoh.

Maka orang katolik diingatkan untuk membangun persaudaraan sejati bagi semua orang. Tidak ada perbedaaan  antar yang satu dengan yang lain, antara yang miskin dengan yang kaya, karena semuanya itu  sama di hadapan Tuhan.

Sebuah anggapan bahwa orang yang berbadan besar, memiliki sepatu yang besar namun dalam jiwanya memiliki semangat  kecil, persaudaraan kecil dan  pelayanannya di gereja sangat kecil. Yang Yesus harapkan kita harus menjadi orang besar, berhati besar, semangat besar dalam  pelayanan gereja katolik dan  persaudaraan besar seperti Yesus.

Bila dikaitkandengan pesta demokrasi di Indonesia, Tuhan Yesus menyadarkan kita bahwa kita harus membangun Negara Indonesia ini dalam semangat persaudaraan sejati. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved