Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Bali Paradise

Kantin 21 Denpasar, Populerkan Pizza Aroma Kopi

Kantin 21 menggunakan kayu kopi untuk memanggang pizza, sehingga aroma pizza berbeda dibandingkan pizza lainnya.

Tayang:
Editor: Bambang Wiyono

Laporan Wartawan Tribun Bali: Robinson Gamar

Kantin 21 di Jalan Diponegoro 146 Denpasar, Bali yang sebelumnya berdiri di Pantai Lovina, Buleleng, dikenal dengan menu khas pizza. Menu spesialnya adalah Woodfired Pizza.
Menurut sang pemilik Kantin 21, Gede Gana Eka, pizza di tempatnya mengadopsi gaya Italia klasik. Di mana proses pembakarannya masih menggunakan tungku tradisional dengan bahan bakar kayu. Tidak sembarang kayu tentunya. Kantin 21 menggunakan kayu kopi untuk memanggang pizza, sehingga aroma pizza berbeda dibandingkan pizza lainnya.
“Kayu kopi kan punya aroma yang spesial. Karenanya kami gunakan untuk memanggang pizza. Walau ada biaya tambahan tapi kami tetap menggunakan kayu kopi demi menjaga citarasa dan aroma pizza,” kata Gana.
Mengolah menggunakan api alami dari kayu bakar merupakan ciri khas pizza Italia. Menurut pria kelahiran Buleleng ini, sekali waktu pernah dicoba menggunakan oven elektrik, tapi hasilnya beda. Baik rasa maupun aroma. Karena itu, Kantin 21 tetap melestarikan cara pengolahan dengan alat panggang tradisional demi menjaga citarasa.
Benar saja, di satu sudut Kantin 21 terdapat sebuah alat panggang tradisional. Terbuat dari batu bata merah berbentuk kubah dengan cerobong asap yang tingginya kurang lebih 3 meter. Keberadaan pemanggang dengan cerobong asap ini memberi kesan tersendiri seperti tungku – tungku tradisional di Eropa.
Selain proses yang masih murni hand made, di Kantin 21 bahan-bahan pizza diolah hanya ketika ada pesanan. Jadi yang dipanggang bukan adonan yang tinggal dimasukan ke oven.
Pizza di Kantin 21 memang berbeda dengan di tempat lainnya, karena lebih tipis dan crispy. Benar saja, saat dicicipi terasa renyah, gurih dan cocok bagi lidah Indonesia. Paduan yang sempurna dengan sentuhan Indonesia tanpa kehilangan rasa asli ala pizza Italia.
“Berbeda dengan pizza Amerika, pizza Italia lebih crispy dan tidak bikin eneg setelah dimakan,” kata Gana. Untuk satu paket pizza dikenai harga Rp 32.500 untuk medium size dan Rp 45 ribu untuk luch size.
Setlah melahap satu paket pizza, minuman yang disajikan tak kalah spesial. Satu minuman andalan di Kantin 21 adalah mango leci kafir. Minuman satu ini merupakan paduan antara jeruk purut, leci dan mangga. Ketiga bahan ini diracik menghasilkan satu paduan rasa spesial. Ada mangga, leci serta aroma leci yang hmmm.. membuat minuman ini sulit ditemukan di tempat lain di Denpasar. Untuk menikmati mango leci kafir, pengunjung cukup merogoh kocek Rp 25 ribu. Harga yang sepada dengan rasa yang didapat serta suasana asik di Kantin 21. (rob)

Santap Pizza Diiringi Musik Akustik

MENGINJAKKAN kaki ke Kantin 21, akan terasa beda. “..terlalu manis untuk dilupakan, kenangan yang indah bersamamu, hanyalah mimpi…”. Alunan tembang band kenamaan tanah air Slank terdengar dari panggung yang disiapkan khusus oleh Kantin 21. Dua orang musisi muda terlihat asik memainkan gitarnya sambil bernyanyi untuk menghibur pengunjung. Kantin 21 punya konsep berbeda dibandingkan lainnya, yakni mengandalkan desain ruang yang apik dan sajian musik akustik.
Terletak di Jalan Diponegoro 146, Kantin 21 memanfaatkan ruang kosong di sekitar pintu masuk Krisna Art gallery. Begitu memasuki parkran Krisna Galerry, tamu yang datang tak begitu kesulitan memarkirkan kendaraan karena arealnya cukup luas. Selepas parkiran, suasana berbeda langsung tersaji. Terdapat taman kecil di sekitar pintu masuk. Di kiri dan kanan terdapat beberapa meja yang ditata apik. Di atasnya diberi hiasan lampu gantung berwarna-warni, dengan balutan kurungan berbahan rotan dan berbentuk bulat.
Tata ruang Kantin 21 diberi aksen dominan kayu. Mulai dari kursi, meja, minibar bahkan lantai terbuat dari kayu. Mini bar yang terletak di satu sisi kantin juga dominan kayu. Memberi kesan alami di tengah bangunan yang dominan tembok.
Di sisi lainnya lagi terlihat sebuah tungku tradisional yang terbuat dari batu bata merah. Di sinilah Kantin 21 mengolah menu andalan mereka, yaitu pizza. Kantin 21 sendiri buka dari pukul 10 pagi sampai 12 malam.
“Kami sengaja mendesain tempat ini dengan banyak sentuhan kayu, sehingga nuansa alaminya kuat,” kata pemilik Kantin 21, Gede Gana Eka.
Desain interior tersebut sejalan dengan konsep open air yang menjadi pakem Kantin 21. Konsep open air di mana ruang kantin sengaja didesain terbuka sehingga tamu yang datang tidak seperti terkurung oleh ruangan, tapi masih bisa menikmati udara bebas. Konsep ini sendiri mengadopsi Kantin 21 yang sudah berdiri 10 tahun sebelumnya, di Pantai Lovina, Buleleng.
Selain aksen kayu yang begitu kuat, Kantin 21 tiap malam menyajikan live music unpluged bagi tamu yang datang. Beragam jenis musik yang disajikan di sini mulai pukul 19.00 – 21.00 Wita. Ada pop, blues bahkan keroncong. Juga lagu-lagu Indonesia yang kini lagi hits. Tapi lagi-lagi lagu tersebut memang sengaja dibalut dalam gaya akustik sehingga tamu masih bisa menikmati alunan musik sambil ngobrol.
“Kantin 21 tidak menampilkan full band agar tidak terlalu bising, tamu pun merasa nyaman dan bisa menikmati menu di sini sambil ngobrol,” tambah Gana.
Bagi yang suka nongkrong, Kantin 21 adalah tempat yang tepat. Selain tempatnya yang asik, juga layanan yang super ramah. Pelayan Kantin 21 memang sangat friendly pada tamu yang datang. Dengan senyum mengemabg, tiap tamu akan dilayani sepenuh hati layaknya keluarga sendiri. “Kami punya prinsip bagi tamu yaitu come as a guest, leave as a famiy (datang sebagai tamu, pulang sebagai keluarga),” terang Gana.
Kemudian bagi yang suka nonton bareng, Kantin 21 menyediakan sebuah layar besar untuk menyajikan tontotnan live sepak bola dari berbagai liga sepak bola elite dunia. Ditambah lagi dengan layanan free wi-fi membuat tamu benar-benar dimanja. “Kota Denpasar adalah kota yang sibuk dengan irama aktivitas yang serba cepat, kami menyiapkan ruang bagi mereka yang ingin nongkrong dan menemukan suasana berbeda di tengah kebisingan kota,” kata Gana. (rob)

Woodfired pizza:
Mushroom Rp 32.500
Potato Bacon Rp 37.500
Margarita Rp 32.500
Romano Rp 37.500
Pepperoni Rp 52.500
Tropicana Rp 42.500
Vegetable Rp 37.500
Seafood Rp 42.500
Kantin 21 Rp 52.500

Pasta:
Bolognese Rp 40.000
Carbonara Rp 55.000
Putanesca Rp 35.000
Marinara Rp 50.000
Aglio olio Rp 25.000
Crème de Fungi Rp 50.000

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved