youngstar
Kadek Vani: IP Saya Harus 4 Koma
Kadek Vani meraih nilai UN tertinggi se-Indonesia tahun 2013, 59,20, dimana lima mata pelajaran berhasil meraih nilai 100, hanya Bahasa Indonesia 9,2.
Laporan Wartawan Tribun Bali: Made Dwipurnami
PERTAMA bertemu dengan Kadek Vani Aprianti, kesan yang muncul adalah kesederhanaan dan sosok yang biasa-biasanya saja. Namun di balik itu, gadis berusia 18 tahun yang akrab dipanggil Vani ini pernah menorehkan prestasi akademik yang luar biasa.
Alumnus SMA Negeri 4 Denpasar ini adalah peraih nilai Ujian Nasional (UN) tertinggi se-Indonesia tahun 2013 lalu. Nilainya 59,20, dimana lima mata pelajaran berhasil meraih nilai 100, hanya Bahasa Indonesia yang bernilai 9,2. Kini Vani kuliah di Fakultas Kedokteran Unud (Universitas Udayana) Denpasar, semester 2.
Sambil menebar senyum, jegeg berkacamata ini menceritakan kegiatan sehari-harinya setelah menjadi mahasiswi di Unud. Tak beda dengan saat masih SMA, Vani tetap menjadi seorang kutu buku. Kesehariannya, Vani mengisi waktunya dengan kuliah, mulai pukul 08.00 hingga 15.00.
Selebihnya, Vani menggunakan waktunya untuk ikut kegiatan ilmiah lainnya, seperti bergabung ke kelompok ilmiah di kampusnya. Makanya, tak heran jika Vani sering terlihat mondar-mandior bersama temannya ke perpustakaan kampus.
"Dari pada tidur di kos, lebih baik manfaatkan waktu untuk belajar di perpustakaan bersama teman-teman," kata Vani kepada Tribun Bali yang menemuinya di kampus Unud, Kamis (3/4).
Vani tidak seperti teruni seusianya yang suka jalan-jalan ke mall atau keluyuran ke tempat-tempat hiburan. Setelah selesai kegiatan di kampus, anak kedua dari tiga bersaudara ini memilih untuk istirahat di kos.
Putri pasangan Ketut Martawan (59) yang bekerja sebagai kapten bar Hotel Laguna Nusa Dua dan Ni Made Maryani (57) yang juga bekerja di Hotel Laguna sebagai house keeping ini memilih kos dengan pertimbangan bisa istirahat karena jarak rumahnya cukup jauh dari kampus Unud di daerah Sudirman.
Dalam sehari, Vani selalu mengatur waktu tidurnya selama delapan jam. Pertimbangannya, kondisi fisik tetap fit.
"Pokoknya waktu tidur itu harus 8 jam, jadi diatur aja bagaimana caranya agar bisa pas 8 jam," ungkapnya.
Waktu 16 jam yang tersisa, digunakan Vani untuk mengikuti kegiatan yang positif. Selain kuliah, Vani juga bergabung dalam organisasi kumpulan mahasiswa kedokteran Unud.
Dalam organisasi ini, ia sebagai staf bidang pengembangan sumber daya manusia. Vani ingin menimba ilmu selain dari perkuliahan, tetap juga dari organisasi. Sedangkan di kelompok ilmiah, Vani bertugas mengakomodasi segala kegiatan di Fakultas Kedokteran.
Menariknya, segudang kegiatan itu, tak membuat Vani pengeng. Dia selalu mengerjakannya penuh semangat dan optimistis.
Agar tidak jenuh, ternyata Vani menyalurkan hobi membacanya kepada buku komik.
Komik yang paling disukai adalah Detektif Canon. Kini Vani sudah mengikuti komik itu hingga seri ke-80. Pilihannya jatuh ke Detetif Canon karena itulah komik pertama yang dibaca hingga keterusan. Vani mengikuti serial Detektif Canon melalui online sehingga tidak repot harus mengoleksi bukunya.
"Kalau komik yang paling saya suka Detektif Conan, tapi suka juga baca yang lain cuma tidak mengikuti cerita setiap serinya," tuturnya.