Banjar To Banjar
Pura Dalem Majapahit Jadi Teka-teki
Ada sejumlah pura yang berlokasi di Banjar Tohpati. Antara lain; Pura Kahyangan Dalem, Pura Dalem Majapahit, dan Pura Melanting.
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Eri Gunarta
Ada sejumlah pura yang berlokasi di Banjar Tohpati. Antara lain; Pura Kahyangan Dalem, Pura Dalem Majapahit, dan Pura Melanting.
Dari tiga pura itu, Pura Dalem Majapahit hingga saat ini masih menjadi teka-teki. Sebab, Parisada Hindu Darma Indonesia (PHDI) belum mendapatkan titik cerah mengenai sejah pura ini.
Pura Dalem Majapahit tidak hanya ada di Banjar Tohpati, tapi juga terdapat di Jembrana, Blakiuh, dan beberapa lokasi lain di Bali.
Odalan di Pura Dalem Majapahit dilaksanakan setiap Tumpek Pengarah. Tidak terdapat tradisi khusus yang dilakukan warga setiap odalan. Terkadang ilen-ilen (pertunjukan) yang digelar pun sifatnya kental nuansa agama.
Sebab semua tergantung kesepakatan warga. Terkadang menggelar joged bumbung bahkan Calonarang. Sesuhunan yang terdapat di Pura Dalem Majapahit ini berupa Rangda yang bernama Ratu Agung, dan dua patung tentara Cina.
Ada cerita menarik mengenai patung tentara Negeri Tirai Bambu itu. Keliaan Adat Banjar Tohpati, I Made Kacong menceritakan pada tahun 1940-an warga Tohpati melaksanakan ritual melasti ke Pantai Singaraja.
Saat itu mereka melihat dua patung terapung. Hal tersebut membuat warga Tohpati heran. Sebab mustahil ada patung dari keramik bisa terapung di atas air. Karena itu patung ini sampai saat ini disembah dan diberi sesajen setiap odalan.
Selain Pura Dalem Majapahit dan Kahyangan Dalem. Di banjar ini juga terdapat Pura Melanting yang khusus disembah oleh para pedagang di sana. Bhatara yang disembah Sanghyang Rambut Sedana atau dewa pemberi rejeki. Odalan di Pura ini setiap Budha Cemeng Merakih.
Perihal sarana upakara, tidak ada yang khusus saat odalan di ketiga pura ini. Terkait odalan Banjar Tohpati menggunakan sistem odalan alit dan odalan agung.
"Bila diibaratkan makan, masak terus-terusan makan ikan teri. Sekali-kali juga perlu makanan mewah," ujar Pan Kacong lalu tertawa. (*)