Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Penemuan Mayat Mutilasi di Bukit Jambul

Burhanudin Kaget Pelaku Mutilasi Ternyata Keponakannya

"Saya kaget bukan kepalang, sehingga saya langsung pulang ke Bali. Keluarga saya masih berada di Yogya,

Editor: Iman Suryanto

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Pada Rabu(18/6/2014) lalu, Burhanudin (57) sedang membaca surat kabar mengenai kasus mutilasi di Klungkung. Dalam hatinya, Burhanudin berkata betapa sadis si pelaku, karena membunuh dengan cara memotong-potong korbannya.

Namun, alangkah terkejut Burhanudin saat lima hari kemudian atau 23 Juni, dia mendapat kabar bahwa pelaku mutilasi ternyata keponakannya sendiri yang bernama Fikri alias Ekik (26). Burhanudin adalah saudara dari ayahnya Fikri.

Kabar yang mengagetkan itu diterima saat Burhanudin sedang berlibur di Yogyakarta bersama keluarganya. Kebetulan, salah-satu anak wiraswasta penjahitan di Klungkung itu berkuliah di Yogyakarta.

Pada Rabu (23/6/2014) sekitar pukul 10.00 Wita itu, Burhanudin mendapatkan telepon dari kawannya mengenai perkembangan kasus mutilasi, yang ternyata melibatkan keponakannya.

"Saya kaget bukan kepalang, sehingga saya langsung pulang ke Bali. Keluarga saya masih berada di Yogya," kata Burhanudin saat ditemui Tribun Bali di tempat usaha penjahitannya di Jalan Arjuna, Klungkung, Rabu (25/6).

Saat dikabari per telepon tersebut, dia masih belum percaya jika pelakunya adalah Fikri. Tetapi, sesampai di Bali, dia mengetahui bahwa keponakannya sudah berada di kantor polisi terkait kasus mutilasi.

"Saya sama sekali tidak pernah menyangka dia sampai bisa melakukan (pembunuhan) itu," tandas Burhanudin dengan nada heran.

Apalagi di mata keluarga, Fikri adalah sosok yang dianggap santun dan tidak banyak ulah. Bahkan, menurut Burhanudin, di antara saudara-saudaranya, Fikri yang paling tidak banyak bicara.

Fikri adalah anak kedua dari lima bersaudara. Diberitakan, ayah Fikri merupakan seorang anggota kepolisian yang bertugas di Nusa Penida.

Seperti diberitakan, kasus temuan potongan-potongan tubuh di Jalan Raya Bukit Jambul, Klungkung, pada 17 Juni akhirnya terkuak. Pelaku yang ditetapkan sebagai tersangka adalah
Fikri, sedangkan yang dimutilasi diyakini sebagai Diana Sari (23), perempuan yang menjadi kekasih gelap Fikri.

Sampai saat ini tinggal tes DNA saja yang akan memastikan identitas pemilik potongan-potongan tubuh tersebut. Sebab, dari bukti-bukti di lapangan dan pengakuan Fikri sendiri, korban sudah tentu mengarah ke Diana.

Fikri telah memiliki istri dan seorang anak. Diana Sari juga memiliki seorang anak putri berusia sekitar 3,5 tahun bernama Nada Chila Ramadhani, hasil pernikahannya dengan Sahri Ramadhani. Namun, awal Februari 2014 lalu, Diana cerai dari Sahri, yang kini masih berkuliah di Mataram Nusa Tenggara Barat (NTB).

Hak asuh atas Chila diberikan oleh Pengadilan Agama Sumbawa ke pada Sahri, diduga karena perceraian tersebut akibat terkuaknya perselingkuhan Diana dengan Fikri.

Menurut keterangan Polres Klungkung, hubungan antara Fikri dan Diana sudah terjalin sekitar 1 tahun terakhir, berawal di Kota Sumbawa Besar, Kabupaten Sumbawa, NTB. Fikri memang lahir di Sumbawa, kendati lebih banyak menghabiskan hidupnya di Klungkung sejak TK hingga SMA. Selepas SMA dan menikah, Fikri pergi ke Sumbawa dan sempat bekerja di sana selama beberapa tahun.

Saat perselingkuhan Fikri-Diana terungkap, pada April lalu Fikri kembali ke Klungkung, yang ternyata disertai Diana. (Tribun Bali Cetak)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved