Persona
Remy Irwan Firmansyah, dari DJ Menjadi Club Manager Hard Rock Cafe
Saat tinggal di Jakarta 1988, Remy mulai iseng, ingin tahu serta penasaran dengan diskotik hingga berani masuk ke diskotik di apartementnya.
Laporan Wartawan Tribun Bali: Zaenal Nur Arifin
SEORANG pria berkaus merah bercelana jeans dan berkacamata, sedang memimpin sebuah meeting produksi dengan sutradara pertunjukkan dan koreografer Ari Tulang di Hard Rock Cafe Bali Jalan Pantai Kuta.
Mereka terlibat perbincangan yang serius. Dia adalah Club Manager Hard Rock Cafe Bali, Remy Irwan Firmansyah. Pria kelahiran Surabaya 12 Oktober 1969 yang akrab disapa Remy ini, baru mengawali karirnya sebagai Club Manager Hard Rock Cafe Bali pada awal tahun 2014.
Sebelumnya, Remy merupakan seorang Disc Jockey (DJ) yang tidak asing lagi pada era 90-an.
Remy yang berlatangbelakang dari keluarga pegawai bank merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Remy dikenalkan dunia musik oleh ayahnya yang juga penyuka musik bahkan kolektor lagu di piringan hitam sekitar tahun 1990-an.
Berawal dari situ, Remy memulai ikut mengoleksi piringan hitam. Remy masih ingat, koleksi piringan hitam pertamanya saat kelas 3 SD adalah Richard Kleiderman.
Sebelumnya, Remy sempat berpindah-pindah kota karena pindah tugas ayahnya. Tahun 1969 di Surabaya sampai sekitar 1970 berpindah ke Singaraja, Buleleng, lalu ke Pangkal Pinang, Singapura, Pematang Siantar, Medan, Denpasar.
Saat di Denpasar, Remy sempat mengenyam pendidikan di SD Cipta Dharma tahun 1978, dan SMP 1 Denpasar namun hanya sampai kelas dua, selanjutnya pindah ke SMP 12 Jakarta, melanjutkan SMA 24 KJ dan pindah ke Perguruan Cikini, lantas kuliah di Akademi Interior.
Saat tinggal di Jakarta tahun 1988, Remy mulai iseng, ingin tahu serta penasaran dengan diskotik. Awalnya Remy masuk ke diskotik di apartement yang ditempati keluarganya.
Karena tinggal di situ, satpam pun mengizinkan Remy masuk ke diskotik. Lama-kelamaan Remy senang melihat seorang pria memainkan musik dari sebuah piringan hitam.
Remy kemudian juga tahu bahwa pria itu adalah seorang DJ. Remy mulai menyewa alat turntable dan belajar nge-DJ bersama beberapa temannya. Iseng memberanikan diri nge-DJ di pesta ulang tahun teman-temannya.
Tahun 1994, bersama temannya, Naro dan Romy mendapatkan investor, akhirnya membuka club di Underground Gedung Niaga Tower Jakarta. Club tersebut bernama B One Club yang buka hanya tiap akhir pekan saja.
Remy menjadi Resident DJ B One Club bersama dua rekan lainnya. Karena animo pengunjung yang semakin ramai, akhirnya B One mendapat izin tambahan hari operasional menjadi Rabu, Kamis, Jumat dan Sabtu.
Sejak itu, Remy berpindah-pindah tempat nge-DJ. Zanzi Bar, Cafe Automobili Lamborghini, dan lainnya.
Tahun 1999, Remy mendirikan Creative Dafkaf Inc bergerak di bidang event organizer dan agency talent serta DJ. Sampai pada suatu saat Remy dipercaya menjadi Assistant Manager Entertainment di Cafe Automobili Lamborghini.
"Alhamdulilah dipercaya menjadi assistant manager entertainment di Automobili Lamborghini," ujar Remy di sela kesibukannya saat ditemui Tribun Bali.