Smart Women
Erika Raih Beragam Penghargaan Selama Berkarir
Tidak hanya di perusahaan besar, tapi juga kecil, kita harus selalu tahu
Laporan Wartawan Tribun Bali, Cisilia Agustina
BERBAGAI penghargaan dan posisi dalam pekerjaan sudah diraih Made Herry Erika Sedana dalam perjalanan karirnya.
Di usianya yang ke 35, perempuan yang akrab disapa Erika ini dipercaya sebagai director of sales and marketing Bali Bird Park.
Erika lulus dari Jurusan Pariwisata Politeknik Bali pada 14 tahun lalu dengan hasil cumlaude. Dia mengawali karir sebagai seorang news anchor di TVRI Bali.
Selain itu pada waktu yang bersamaan, Erika juga bekerja sebagai meeting, incentives, conference, events (MICE) hospitality desk head di PT Pasific World Nusantara.
Performance-nya yang luar biasa membuatnya mendapat promosi dua kali sampai menjadi account executive pada 2003.
Pada tahun itu juga, dia melanjutkan pendidikannya di STIMI Denpasar dengan Jurusan Ekonomi dan lulus pada 2005 dengan hasil cumlaude.
Hampir 10 tahun mulai dari 2004, Erika berkecimpung di industri logistic dan supply chain di satu dari sekian perusahaan multinasional, DHL Express.
Pada saat usianya menginjak 28, Made Herry Erika sudah berada pada posisi country retail manager di satu dari sekian perusahaan multinasional, DHL Express.
Hingga terakhir, sebelum menjadi director of sales and marketing Bali Bird Park, Erika menduduki posisi branch manager sekaligus QSE Global Facilitator di PT DHL Global Forwarding Indonesia.
Semua yang dia capai berkat kerja keras dan proses belajar yang terus menerus. “Saya tidak pernah merasa pintar, kalau ada yang saya tidak tahu, pasti bertanya. Seperti gelas yang setengah penuh, bisa terus diisi,” ujar Erika.
Menurutnya, tidak hanya berbagai penghargaan dan jabatan yang diperoleh dari pekerjaannya selama ini.
“Saya bisa ketemu banyak orang, dapat banyak informasi, dan membangun networking yang luas serta influencing people,” ujar perempuan yang saat ditemui tampak anggun dengan rambut digelung.
Menurut Erika, semua orang pintar, namun tidak semua dapat melihat kepintarannya masing-masing. Selain itu setiap orang harus tahu di mana posisi mereka sehingga kemudian tahu ke mana harus melangkah. Hal tersebutlah yang membuatnya tertarik dalam developing people.
“Tidak hanya di perusahaan besar, tapi juga kecil, kita harus selalu tahu ‘where we are’. Semuanya butuh proses, saya di sini turut membantu mereka,” ujar perempuan yang terinspirasi dari Susi Air dan Hillary Clinton.