Bali Paradise

Serunya Mengunjungi Bali Bird Park

Mengandalkan 1.000 burung dengan 250 spesies yang berbeda, Bali Bird Park bakal memberikan pengalaman luar biasa bersama burung dan juga suasana alam.

Penulis: Cisilia Agustina. S | Editor: Iman Suryanto
Serunya Mengunjungi Bali Bird Park - IMG_6616.jpg
Tribun Bali/ Cisilia Agustina Siahaan
Serunya suasana di BALI Bird Park, di daerah Singapadu, Batubulan, Gianyar
Serunya Mengunjungi Bali Bird Park - IMG_6654.jpg
Tribun Bali/ Cisilia Agustina Siahaan
Serunya suasana di BALI Bird Park, di daerah Singapadu, Batubulan, Gianyar
Serunya Mengunjungi Bali Bird Park - IMG_6728.jpg
Tribun Bali/ Cisilia Agustina Siahaan
Serunya suasana di BALI Bird Park, di daerah Singapadu, Batubulan, Gianyar
Serunya Mengunjungi Bali Bird Park - IMG_6743.jpg
Tribun Bali/ Cisilia Agustina Siahaan
Serunya suasana di BALI Bird Park, di daerah Singapadu, Batubulan, Gianyar
Serunya Mengunjungi Bali Bird Park - IMG_6769.jpg
Tribun Bali/ Cisilia Agustina Siahaan
Serunya suasana di BALI Bird Park, di daerah Singapadu, Batubulan, Gianyar

Laporan Wartawan Tribun Bali, Cisilia Agustina Siahaan

TRIBUN-BALI.COM - BALI Bird Park. Lokasi wisata di daerah Singapadu, Batubulan, Gianyar ini, tidak hanya memberikan suasana rekreasi, tetapi juga memberi pengetahuan tentang dunia burung.

Mengandalkan 1.000 burung dengan 250 spesies yang berbeda, Bali Bird Park bakal memberikan pengalaman luar biasa bersama burung dan juga suasana alam.

Marketing Manager Bali Bird Park, I Made Wiranata mengatakan, di sini konservasi burung-burung langka di Indonesia dan juga luar negeri.

Tempat wisata yang sudah berdiri sejak 1995 ini juga menempatkan burung-burung pada tempat yang disesuaikan dengan habitat aslinya.

Dengan luas mencapai dua hektare, Bali Bird Park memiliki tujuh bagian wilayah yang dibuat sesuai dengan habitat asli dari burung-burung yang tersebut.

Tujuh wilayah tersebut, antara lain South America, South Africa, Papua, Jawa, Bali, Sumatera, serta Borneo. Setiap tempat ini berisi burung-burung langka yang berasal dari tempat tersebut.

Juga terdapat pula rumah burung hantu atau Owl House yang berbentuk seperti rumah tradisional Toraja, yang tentunya berisi burung hantu.

Selain dibuat seperti hutan, di tempat ini juga terdapat tiga buah kolam kecil yang direpresentasikan sebagai danau. Hal ini untuk mengakomodir burung-burung yang biasa hidup dekat dengan air.

Tiga danau buatan ini antara lain, Danau Tamblingan, Danau Kelimutu, dan Danau Nakuru.
Tidak heran, suasana alami seperti benar-benar di hutan sangat terasa di sini. Dengan adanya kolam-kolam tersebut, kesan segar menambah lengkap keasrian Bali Bird Park.

Bali Bird Park menginginkan para pengunjung untuk lebih dekat dengan burung-burung yang ada. Untuk itu, burung-burung tersebut tidak hanya ada di dalam kandang, namun ada juga yang dibiarkan berkeliaran di area Bali Bird Park.

Sepanjang jalan mengelilingi tempat ini, para pengunjungnya akan dapat melihat langsung burung-burung berkeliaran di sekitar mereka.

Para pengunjung pun tidak perlu merasa khawatir akan tersesat di tempat ini, karena setiap jalur yang ada sudah sangat terarah.

“Titik point di sini itu restoran, jadi pasti jalan yang dilalui akan mengarah ke restoran,” ujar Wira, begitu sapaan akrabnya. Para petugas pun selalu berkeliling untuk mengontrol. (cas)
Tampilkan Kakatua Berusia 100 Tahun

BALI Bird Park juga menawarkan berbagai pertunjukan, di mana para pengunjung dapat berinteraksi dengan burung-burung yang ada.

Mulai dari atraksi burung-burung terbang bebas hingga memberi makan mereka. Pertunjukan dan kegiatan yang ada pun berlangsung sesuai jadwal.

Pertunjukan tersebut antara lain Papua Rainforest Feeding, Lory Feeding, Pelican Feeding, Basic Instinct, Bali Rainforest Free Flight Show, dan Guyu-guyu Corners.

Setiap pertunjukan tersebut tidak hanya dapat ditonton, namun para pengunjung dapat terlibat langsung, terutama saat para pawang memanggil para sukarelawan untuk maju ke depan.

Selain itu, ada juga The Komodo Experience yang diadakan setiap Selasa dan Jumat. Untuk para keluarga yang membawa para anaknya, juga ada pertunjukan 4D Cinema yang dapat dinikmati.

Pertunjukan 4D ini menyajikan tayangan-tayangan yang tidak hanya menghibur namun juga memberikan pelajaran hidup kepada anak-anak serta para pengunjung yang menontonnya.

Pertunjukan lain yang tidak kalah menarik adalah Meet The Bird Stars. Pertunjukan yang dilakukan di restoran ini menampilkan Ana Maria, sang burung kakatua raja yang usianya bisa mencapai 100 tahun, serta Wreathed Hornbills yang sangat impresif dengan atraksi sulapnya.

Para pengunjung dapat menikmati makan di restoran sambil melihat ataupun ikut terlibat pada pertunjukan yang ditampilkan.

Di restoran ini, tidak hanya menikmati makan untuk diri sendiri, para pengunjung juga dapat memberi makan Ana Maria. Tidak sedikit para pengunjung restoran yang sambil menunggu makanannya datang ikut bermain bersama para burung.

Setiap pertunjukan yang ada disambut dengan baik oleh para pengunjung. Mereka tampak sangat antusias menyaksikan atraksi yang ada. Tidak hanya orang dewasa namun anak-anak pun dengan berani ikut tampil beratraksi bersama burung-burung tersebut.

Kesehatan Burung Selalu Dikontrol
RIBUAN burung yang ada di Bali Bird Park tentunya tidak lepas dari pemeliharaan serta pengawasan.

“Setiap hari burung-burung di sini dimandikan, diberi makan sesuai jadwal, serta selau diberi asupan vitamin,” ujar Director of Sales & Marketing Bali Bird Park, Made Herry Erika Sedana.

Sebisa mungkin makanan burung-burung di tempat ini lebih pada biji-bijian dan buah-buahan yang alami. “Kami mengurangi pemakaian makanan burung buatan,” ujar Wira.

Hal ini pun tampak dari kecerahan warna burung yang dipengaruhi dari apa yang dimakannya. Dengan para trainer yang sudah berpengalaman, burung-burung di sini pun terlatih dengan baik.

Bertujuan melindungi dan mengakomodasi burung-burung langka yang ada di Indonesia, Bali Bird Park pun memiliki tempat konservasi serta tempat mengembangbiakkan burung-burung yang ada.

Bali Bird Park mengakomodasi lebih dari 40 spesies burung langka yang dilindungi di Indonesia dan hingga saat ini berhasil mengembangbiakkannya.

“Di sini ada dokter hewan tetap yang selalu mengontrol kesehatan para burung. Sekarang ada beberapa mahasiswa yang baru saja lulus membantu mengecek kondisi burung yang ada di sini,” ujar Erika, begitu sapaan akrabnya.

Harga tiket masuk
Dewasa 26 USD
CHILD ( 2-12 tahun) 13 USD
Buka setial hari 09.00-17.30 Wita.(*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved