Trend Property
Tipe 69 Harga Cukup Bersahabat
"Background" Persawahan Percantik Lokasi Perumahan
Penulis: Niken Wresthi KM | Editor: Rizki Laelani
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Purnama Residence memperkenalkan sebuah komplek perumahan dengan harga cukup bersaing, yakni per unit dibanderol antara Rp 740 juta hingga Rp 1,1 miliar.
Lokasinya yang berada di Banjar Banda, Desa Saba Blahbatu, Gianyar. Sepanjang perjalanan menuju lokasi disuguhi pemandangan desa yang asri.
Areal pesawahan yang hijau dan kolam-kolam ikan milik warga masih mendominasi. Executive Marketing Pillars Management, IG Putra Biantara mengatakan, lokasi perumahan sangat dekat ke berbagai akses jalan utama.
Perumahan yang kini pembangunannya mencapai 85 persen ini berdiri di atas lahan seluas 30 are, menawarkan 25 unit rumah tipe 69, yang masing-masing luasnya dari 100 sampai 180 meter persegi.
Untuk mencapai lokasi perumahan, hanya berjarak 4 km dari perempatan Pantai Saba melintasi jalan Ida Bagus Mantra. Setiap unit rumah dibuat dua lantai dengan konsep minimalis.
Di lantai pertama, terdapat satu kamar tidur utama, ruang utama, kamar mandi, dapur, carpot, dan dua lahan terbuka yang masing-masing berada di depan dan belakang rumah.
Sedangkan di bagian lantai dua, terdapat dua kamar tidur dan satu kamar mandi. Melihat konsep pembangunan unit perumahan, pria yang akrab disapa Gung Tara ini mengatakan, mengusung konsep ekonomis.
Hal itu dilihat dari pemilihan bahan yang memengaruhi kualitas bangunan yang sangat dipertimbangkan, misalnya soal ketahanan dan keawetannya. Meski begitu, pengembang pun memerhatikan soal desain penampilan.
Modern dan Tahan Rayap
SEPERTI halnya pemilihan bahan gypsum untuk plafon, pengenmbang memilihnya untuk pertimbangan harganya yang terjangkau. Selain itu plafon berbahan gypsum juga memberi kesan modern pada rumah.
Keunggulan lain, plafon gypsum memberi efek rata dan mulus tanpa sambungan. Sedangkan dilihat dari segi ketahanan, plafon berbahan gypsum tidak mudah dimakan rayap, sehingga lebih awet.
Sedangkan untuk genteng, dipilih yang berbahan tanah liat, atau biasa disebut genteng kodok. Dari segi ekonominya, harga genteng kodok relatif terjangkau.
Untuk kap atau kerangka atap dipilih bahan baja ringan. Kelebihannya dibanding bahan kayu adalah lebih tahan rayap.
Selain itu yang lebih penting dalam penggunaan baja ringan adalah menghindari risiko melengkung yang bisa mengubah konstruksi.
Sedangkan dilihat dari sisi harga, penggunaan atap baja ringan bisa menghemat hingga 30 persen daripada menggunakan kayu.
"Sedangkan untuk kusen, dipilih bahan kayu kamper. Kayu kamper meski dijual dengan harga terjangkau, namun keawetannya juga bisa diandalkan," terang Gung Tara. (*)