YOUNGSTAR

Awalnya Kepincut Desain Baju Barbie

Karya-karya desainer muda Bali, Asmara Dwiba

Penulis: Ni Ketut Sudiani | Editor: Rizki Laelani

TRIBUN BALI.COM-DENPASAR - Asmara Dwiba, desainer muda kelahiran Denpasar, Bali, yang akrab disapa Asa, jadi perancang busana berbakat yang karyanya mulai mendapat perhatian.

Rabu (6/8) sore lalu, Tribun Bali menemui Asa di kawasan Teuku Umar, Denpasar. Ia membawa tas jinjing berisi semua perlengkapan kerjanya, berupa laptop dan file beragam sketsa serta gambar hasil rancangannya.

Penuh keyakinan gadis yang kini menempuh studi di Esmod Jakarta Internasional Fashion University, Fashion Design and Pattern Drafting Class itu, memperlihatkan dan menjelaskan satu per satu konsep karyanya.

Sore itu Asa mengenakan pakaian kasual, perpaduan antara jeans dan atasan lengan panjang hitam.
Rambutnya dibiarkan tergerai.

Cara seseorang dalam berpakaian sangat mempengaruhi penampilannya dan kesan yang ditimbulkan.

Sebut Asa, apabila seseorang berpenampilan baik, secara tidak langsung dapat membangun kepercayaan diri saat tampil di ruang publik.

Diakuinya sejak memasuki dunia kampus dan semakin mendalami fashion desain, pola gambar dan pilihan konsep yang dibuatnya semakin beragam.

"Di kampus saya belajar bahwa desain tidak bisa hanya asal-asalan, harus punya ide dan konsep yang jelas," ucapnya.

Ia pun mengaku kini lebih banyak memiliki referensi sehingga pandangannya lebih terbuka.

"Kalau dulu kan masih meraba-raba. Modelnya juga masih menoton, sehingga cepat bosan. Sekarang bisa dibilang lebih variatif," terangnya Asa yang sempat mengikuti pameran di Galleries Lafayette X Esmod Jakarta Projects.

Asa pun bercerita tentang permulaan karirnya tersebut. Awalnya ia memiliki hobi membuat pakaian untuk boneka barbie.

Siapa sangka, bermula dari hobi dan coba-coba itu, akhirnya Asa menjadi perancang busana berbakat.

"Awalnya dulu senang gabung-gabungin potongan kain untuk buat baju barbie," kata Asa yang juga pandai menyulam dan menjahit ini.

Asa menceritakan, sejak duduk di bangku SD, ia sudah mengenal dunia desain. Ibunya, Sari Prasetya Angkasa, sejak tahun 1990, mengelola sebuah garmen di Jalan Tangkuban Perahu, Denpasar, yang memproduksi pakaian-pakaian jadi.

"Jadi kemana-mana selalu ikut Ibu. Meeting dengan klien, termasuk melihat langsung bagaimana merancang sebuah desain sampai proses produksinya," kenang Asa.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved