Trend Property

Pintar Pilih Bahan untuk Plafon

Untuk plafon tertutup, Armeli memberi alternatif penggunaan kayu kruing

Penulis: Niken Wresthi KM | Editor: Rizki Laelani

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pertimbangan memilih jenis kayu juga dilihat dari penampilan.

Dosen Jurusan Tehnik Arsitektur Universitas Udayana, Ida Ayu Armeli mengatakan, penampilan kayu ini utamanya dilihat dari tekstur atau serat. Serat ini bisa menimbulkan nilai artistik tersendiri.

Penampilan tekstur kayu ini salah satunya bisa dinilai dari pemanfaatannya pada plafon ekspos. Jika dilihat dari penampilan luar, plafon bisa digolongkan menjadi dua ekspos dan tertutup.

Pada plafon tertutup, kerangka diterapkan di balik plafon. Sehingga, jika dilihat dari bawah, hanya permukaan plafon yang tampak.

Sebaliknya, pada plafon ekspos, kerangka kayu dipasang di bawah plafon, sehingga seluruh bagian kerangka terlihat.

“Karena dia kelihatan semua kerangkanya, maka lebih baik memilih kayu yang teksturnya bagus, jadi masih enak dipandang,” tutur Armeli yang menerapkan plafon ekspos di rumahnya.

Sebagai bahan kerangka plafon, Armeli memilih kayu kamper yang memiliki harga jual lebih tinggi daripada kruing. Sebab, kamper memiliki tekstur yang lebih halus.

Sedangkan untuk plafon tertutup, Armeli memberi alternatif penggunaan kayu kruing. Karena memiliki tekstur lebih kasar, permukaan kruing tampak tidak rata dibanding jenis kayu lain.

“Kalau plafon tertutup kan kerangka kayu tidak terlihat, jadi tidak masalah tekstur atau permukaannya seperti apa. Toh, juga masih tertutup plafon,” ujarnya.

Dilihat dari keawetan, kamper dinilai lebih bagus. Kruing, tuturnya, lebih rentan pada air. Sementara kerangka plafon terletak di bagian atas rumah. Sehingga lebih rentan terhadap paparan air hujan. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved