Pil Dimasukkan Dalam Kondom Lalu Dibenamkan ke Vagina
Modus ekstrim pengedar heroin dan pil narkoba
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Rizki Laelani
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Untuk mendapat keuntungan dari barang haram, pengedar narkoba bisa melakukan berbagai cara agar barang bawaannya bisa luput dari pantauan petugas.
Kepala BNNP Bali, I Gusti Ketut Budiartha, kepada Tribun Bali, Senin (15/9/2014) di kantornya mengatakan, satu modus yang paling ekstrim adalah menyimpan barang haram tersebut di dalam vagina.
“Jadi pernah ditemukan oleh aparat kepolisian, seorang wanita membawa butiran pil narkoba yang ditaruh di dalam vaginanya,” ungkapnya.
Wanita tersebut, menaruh butiran pil itu di dalam kondom, yang dimasukkan ke vaginanya dan ditutupi dengan pembalut.
Selain itu, kata dia, mahalnya harga narkoba seperti jenis heroin dan kokain, membuat seseorang bisa gelap mata.
“Ini ada juga kasus, jadi tablet heroin itu dimakan dan disimpan dalam perutnya,” ujarnya. Lanjutnya, setelah aman, tablet ini akan dikeluarkan bersama feses saat buang air besar.
“Tablet ini tidak akan tercerna, sebab sudah dilapisi empat lapisan, agar tidak dicerna bersama makanan lainnya di lambung,” tambahnya.
Bayangkan saja, kata dia, 1 butir heroin dengan berat 1 gram seharga Rp 2 juta lebih. Lanjutnya, bagaimana jika dia memakan 10 butir seberat 10 gram yang setara dengan Rp 20 juta ketika dijual di pasar gelap.
Jadi semakin gencar aparat kepolisian mengungkap kasus narkoba, para pelaku juga semakin cerdik mencari modus baru. (*)