PERSONA

Target Bawa Bali Safari & Marine Park Jadi Bintang Lima

Ajak Staf Tanamkan Kerinduan Pada Wisatawan

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Rizki Laelani

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Wiliam Santoso baru delapan bulan mengisi jabatan sebagai Manager Bali Safari & Marine Park (BSMP).

Saat ditemui Tribun Bali, Jumat (19/9/2014) lalu, di kantornya, di Jalan Bypass Prof Dr Ida Bagus Mantra, Km 19,8 (Golden Line of Bali), Gianyar, Wiliam banyak bercerita soal keinginanya menjadikan BSMP pusat rekreasi bertaraf internasional berstandar bintang lima.

Pria bermata sipit ini, mulai tugas di BSMK sejak 7 Januari 2014 yang lalu. Meski begitu, William yang saat ditemui berkemeja polos warna krem ini, mengutarakan selalu ingin berusaha mencapai visi BSMP.

Pria yang sampai sekarang belum berkeluarga ini mengaku, sudah memulai membawa BSMP naik satu level di banding sebelumnya.

Di antara usaha yang ia lakukan, adalah memperbaiki metode kerja, meningkatkan efisiensi, memperbaiki wahana BSMP, dan memperbaiki sistem marketing.

Ia menilai, dalam kondisi di alam terbuka, BSMP pasti membutuhkan perbaikan-perbaikan. "Banyak sekali perbaikan-perbaikan yang harus dilakukan Bali Safari.

Apalagi sekarang banyak saingan, kompetisi tidak hanya di Bali, masyarakat Indonesia sangat gampang pergi ke luar negeri yang memiliki banyak wahana permainan," tambah pria penyuka hewan sejak kecil ini.

Meski ada sejumlah perbaikan, BSMP masih berpegang teguh pada konsep lembaga konservasi yang menjadi bagian dari misi utama BSMP.

Selain itu, William memberikan tiga hal penting yang harus dimiliki seluruh staf BSMP. Ia menjelaskan, pertama team work.

Kedua adalah ingin meningkatkan rasa kebanggaan dan rasa memiliki. Rasa kebanggaan ini maksudnya, rasa bangga menjadi bagian dari BSMP, bangga atas peran yang diberikan untuk BSMP.

Apapun peran mereka dinilai sangat penting, tanpa ada mereka, pasti tidak akan jalan. Ketiga adalah tingginya rasa memiliki.

Dari sana, pasti secara otomatis akan keluar keinginan untuk merawat, mensejahterakan satwa dan aset yang ada.

"Tiga hal tersebut diterapkan kepada seluruh staf di BSMP saat ini. Rasa bangga, team work dan rasa memiliki ini sudah tercermin dalam even BII Maybank Bali Marathon beberapa waktu lalu," ungkap pria yang memiliki tempat favorit di Restoran Tsavo Lion di dalam komplek BSMP.

Lelaki kelahiran Semarang 21 November 1972 ini, memiliki latar pendidikan yang mumpuni. Setelah lulus SMA, ia kuliah D2 di Institut Hotelier Cesar Ritz Swiss selama sekitar 3 tahun.

Kemudian, Wiliam melanjutkan S1 di New York Institute of Technology. Setelah lulus kuliah dan memiliki pengalaman sekitar 22 tahun di industri hotel mulai dari Eropa, Amerika Serikat, Karibia, ia memutuskan kembali ke Indonesia.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved