Ibu Meninggal Saat Melahirkan, Bayi Malang ini Tak Ada yang Rawat
bayi yang dirawat di ruangan ini yang tak mempunyai orang tua
Penulis: Edi Suwiknyo | Editor: Iman Suryanto
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bayi yang belum diberi nama ini tampak tertidur di ranjang kotak kecil yang berada di Ruang Cempaka, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Denpasar, Rabu (1/10/2014).
Menurut Kasubag Hukum RSUP Sanglah dr Desak Ketut Manik, bayi yang dirawat di ruangan ini yang tak mempunyai orang tua.
"Ceritanya begini, sekitar pertengahan bulan lalu ada pasien bernama Ni Nyoman Astrini. Ia adalah ibu dari bayi tersebut. Namun dalam proses persalinan ternyata ia meninggal dan yang selamat hanya anaknya yang kini dirawat," ungkapnya saat dikonfirmasi Tribun Bali mengenai keberadaan anak ini, Rabu (1/10/2014).
Masalah semakin pelik ketika suami ibu yang meninggal, tidak mau menerima anak yang dilahirkan ibu tersebut. "Alasan suami Astrini yang bernama Ida Bagus Astawa tidak menerima anak tersebut lantaran istrinya sudah meninggalkan rumahnya selama empat tahun," jelas perempuan yang kerap disapa dr Desak ini.
Penolakan tersebut dilakukan, ketika suami Astrini yang berasal dari Banjar Pengentengan, Buleleng beserta Kepala Dusunnya mendatangi rumah sakit pasca-kelahiran anak tersebut.
"Dia membuat surat pernyataan yang intinya menolak untuk bertanggung jawab untuk merawat anak istrinya. Selanjutnya ia menyerahkannya ke Depsos," jelasnya.
Karena hal itulah, kemudian pihaknya beusaha mengontak sejumlah keluarga baik dari ibu bayi maupun suami ibu bayi tersebut. "Kami sudah menghubungi keluarga bayi ini untuk meminta bantuan agar orang tua atau keluarga lainnya datang ke sini menjenguk bayi ini. Namun sejauh ini belum ada yang datang" ujarnya.(*)