Berita Bali
Harga Pasir Melonjak di Bali, Banyak Pembeli Batalkan Orderan, Sopir Truk Terpaksa Parkir Armada
Menurutnya sebelum kenaikan harga, ia menjual pasir ke pelanggannya seharga Rp2000.000 per truk.
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Harga pasir di beberapa lokasi penambangan Galian C di wilayah Karangasem mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan.
Hal ini membuat beberapa sopir truk yang sehari-hari mengangkut pasir untuk dijual, terpaksa sementara memarkir kendaraannya karena pembatalan order.
Kenaikan harga pasir ini, dipicu karena adanya isu penyesuaian harga solar non subsidi. Sehingga membuat operasional di beberapa lokasi tambang juga ikut meningkat.
Kenaikan harga pun cukup signifikan. Berdasarkan informasi di lapangan, harga pasir di lokasi tambang yang awalnya Rp800 ribu menjadi Rp1.200.000 per truk.
Baca juga: Rencana Pengolahan Kompos di Eks Galian C, DLHP Klungkung Tunggu Teknis dari Pemprov Bali
Kondisi ini membuat banyak pembeli material membatalkan orderan. Sehingga sementara sopir truk pengangkut pasir harus memarkir armada mereka.
"Sudah dua hari ini saya tidak angkut pasir, pembeli cancel orderan karena harga pasir naik," ungkap seorang sopir truk asal Sidemen, Gede Aris, Senin 13 April 2026.
Menurutnya sebelum kenaikan harga, ia menjual pasir ke pelanggannya seharga Rp2000.000 per truk.
Harga tersebut sudah termasuk biaya angkutan dan faktur (pajak).
Namun dengan kenaikan harga ini, ia mengaku belum menentukan harga.
"Semenjak harga naik, saya belum dapat orderan pasir. Kalau harga pasir di galian naik, tentu saya juga naikkan harga," ungkap dia.
Sementara beberapa kontraktor juga kelimpungan dengan kenaikan harga material, khususnya pasir.
Menurutnya biaya operasional meningkat drastis, padahal proyek sudah berjalan.
"Naiknya benar-benar memberatkan. Harga pasir cor sampai Rp2,5 juta. Padahal proyek sudah berjalan," ungkap seorang kontaktor, Ngurah Gde.
Ia pun berharap pemerintah bisa mengambil kebijakan, untuk mengontrol harga BBM sehingga tidak berpengaruh ke harga material maupun harga kebutuhan pokok.
Sementara Kepala BPKAD Karangasem, I Nyoman Siki Ngurah mengatakan, pihaknya telah mendapatkan informasi tentang kenaikan harga material tersebut di beberapa lokasi di Galian C
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Truk-pengangkut-material-Galian-C.jpg)