AUTO MANIA
Berbahan Bakar Solar Torsi Lebih Besar
Dibanderol Rp 289 Juta Tata Aria Mobil India Mengaspal di Bali
Penulis: Niken Wresthi KM | Editor: Rizki Laelani
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Penggemar mobil jenis Multi Vehicle Purpose (MPV) yang ingin beralih dari produk buatan Jepang atau Amerika mungkin bisa melirik produk dari India, yakni Aria.
Aria merupakan MPV produksi Tata yang baru hadir di Bali 11 Oktober lalu. Ditemui di kantornya di Jalan Teuku Umar Barat 150 T, Branch Manager Tata Motors, Dheka, menuturkan, mobil pendatang baru ini mengunggulkan performa mesin, namun dengan harga bersaing.
Terutama melalui penerapan diesel yang berbahan solar. “Mungkin bukan yang pertama yah, tapi masih jarang mobil penumpang yang menerapkan diesel untuk mesinnya,” tutur Dheka, Selasa (21/10).
Penerapan diesel pada mobil bertipe mesin L Dicor ini, memberikan beberapa keuntungan. Seperti misalnya, performa yang lebih tinggi.
Dilihat dari segi harga, solar ditawarkan dengan harga lebih rendah dibanding bensin. Karenanya, mampu menghemat pengeluaran pengguna mobil yang ditawarkan seharga Rp 289 juta ini untuk konsumsi bahan bakar.
Mobil berkapasitas mesin 2.000 cc ini, mampu mengeluarkan daya hingga 140 PS pada 4000 rpm.
Angka ini terbilang cukup mumpuni mengingat bobot mobil yang cukup berat, yakni 2720 kg. Sedangkan untuk torsi, Tata Aria mampu mencapai angka 320 NM pada 1700 – 2700 rpm.
Angka ini cukup besar dibanding kompetitor yang umumnya hanya mencapai angka 150 NM pada rpm serupa.
Torsi yang lebih besar berimbas pada ketangguhan mobil pada medan menanjak. “Torsi dan kecepatan per rpm-nya tinggi, ini juga merupakan imbas tingginya performa yang dihasilkan karena penerapan mesin tipe turbo diesel,” papar Dheka.
Dari sisi ketangguhan, mobil yang menggunakan sistem pendingin intercooler ini, didukung jarak terendah tanah atau Ground Clearance yang cukup tinggi, yakni mencapai 200 mm.
Ground clearance yang tinggi membuat mobil ramah pada kondisi jalan rusak atau berbatu. Selain itu, tinggi jarak terendah tanah juga berimbas pada penempatan mesin yang lebih tinggi pula.
Dengan lokasi mesin yang cukup tinggi, mobil pun tangguh dalam keadaan banjir. Sebab, risiko mesin tergenang air bisa diminimalisir. (*)