Bali Paradise
Cuca Flavor, Restoran Bernama Spanyol Namun Bernuansa Jepang
CUCA Flavor merupakan restoran yang terletak di Jalan Yoga Perkanthi.
Penulis: Cisilia Agustina. S | Editor: Iman Suryanto
CUCA Flavor merupakan restoran yang terletak di Jalan Yoga Perkanthi. Nama Cuca dalam Bahasa Spanyol memiliki arti kata sayang. Namun yang disajikan Cuca Flavor tidak hanya pada kuliner khas Spanyol.
Restoran dengan spesialisasi tapas, itulah yang menjadi ciri khas dari Cuca Flavor. Tapas, cocktail, dan dessert, itulah yang menjadi konsep dari Cuca.
Meski yang tersaji merupakan sajian tapas, namun tidak perlu khawatir tidak kenyang. Dengan konsep sharing atau makan bersama dengan berbagi, tamu dapat mencicipi lebih dari satu tapas, yang tentunya akan memuaskan lidah dan perut.
Inspirasi makanan berasal dari memori masa kecil Kevin, chef Cuca Flavor, bersama istrinya. Makanan-makanan yang menurut mereka lezat, kemudian direkontruksi menjadi suatu menu baru dan khas dari Cuca.
Begitu memasuki area restoran, tamu akan disambut suasana segar dari area taman yang mengelilinginya. Untuk area, Cuca terbagi menjadi tiga bagian.
Akan tampak satu pohon yang menunjukkan arah menuju dua tempat, yaitu dining room dan cocktail bar. Food bar sendiri berada dalam satu area dengan dining room.
"Pada area food bar ini, tamu disuguhkan pemandangan open kitchen, di mana mereka bisa melihat langsung para juru masak dalam mengolah hidangan," ujar Kevin.
Pemandangan juru masak dalam mengolah hidangan ini disajikan agar dapat menampilkan kejujuran kepada para tamu. Baik dari cara pengolahan serta kebersihan dapur dapat terlihat langsung dari area food bar ini.
Sedangkan pada area dining room ada yang unik, yaitu penerapan tirai. Ini dapat digunakan sebagai pembatas bagi para tamu yang ingin suasana lebih privat. Di bagian luar, terdapat Garden Lounge & Cocktail Bar, sambil bersantai menikmati udara terbuka dengan ditemani berbagai minuman yang tak kalah menyegarkan.
Untuk interior, sentuhan Jepang yang tampak di sini. Perpaduan elemen alami, seperti batu dan kayu pun diterapkan di Cuca. Konsep minimalis yang kemudian dapat menggambarkan suasana restoran.
Dominasi warna yang tampak adalah hijau, oranye, dan coklat. Menurut pihak Cuca, warna-warna ini dapat meningkatkan selera makan. Karena yang ingin ditonjolkan adalah makanan dan minuman yang ditawarkan.
Untuk area dining room, mulai beroperasi setiap hari pada pukul 12.00-23.00 Wita. Sementara area cocktail bar, hingga pukul 24.00 Wita. Beberapa fasilitas pun tersedia di sini.
Selain lahan parkir sendiri, akses internet berupa free WiFi pun tersedia. Untuk para tamu yang membawa anak-anaknya yang masih kecil, tak perlu khawatir. Di sini pun tersedia baby chair yang dapat digunakan.
Setiap Sajian Memiliki Filosofi
UNTUK menu tapas, terbagi menjadi tiga kategori, yaitu Harvested, Hooked, dan Farmed. Untuk kategori Harvested, pada menu ini ditawarkan berbagai sajian sayur-sayuran.
Menu ini cocok bagi mereka yang tidak mengonsumsi daging ataupun vegetarian, sehingga tidak perlu bingung mencari menu yang lain. Sementara untuk kategori Hooked, berbagai hidangan hasil tangkapan laut bisa jadi pilihan.
Bagi mereka pecinta daging-dagingan, dapat memilih menu di kategori Farmed. Pada kategori ini tersaji berbagai menu berbahan dasar ayam, sapi, hingga babi. Sedangkan yang ingin merasakan pengalaman berbeda, ada juga pilihan paket Chef Testing Meal.
Dengan Rp 480 ribu per orang, tamu akan disuguhkan hidangan-hidangan terbaik kreasi Chef yang merefleksikan Cuca. Berbagai hidangan di sini pun diolah dari bahan-bahan lokal. Chef Kevin sangat tertarik pada kekayaan alam Indonesia.
Menurutnya bahan-bahan lokal yang tersedia, dapat digunakan untuk membuat sesuatu yang lezat dan berbeda, dari bahan yang bahkan dianggap remeh sekalipun. Bahkan dalam penggunaan keju sekalipun, Cuca menggunakan keju lokal yang diproduksi di Jawa. Begitu juga halnya dengan kopi. Di sini, Cuca menawarkan sajian kopi yang berasal dari biji kopi lokal Indonesia.
Setiap sajian di sini memiliki filosofi masing-masing. Dari tiap menu pun mengombinasikan berbagai macam rasa, mulai dari manis, asam, pahit, asin, dan pedas. Mengutamakan kesehatan, Cuca pun sebisa mungkin mengganti mayonaise dengan yoghurt.
Misalnya saja pada menu Smooked Butterfish. Sajian ikan asap ini dihidangkan bersama yoghurt yang terbuat dari beetroot. Bisa dibayangkan kelezatan yang tercipta dari paduan gurih ikan dengan segarnya yoghurt.
Tak hanya itu, Cuca pun menghadirkan sajian dessert yang istimewa. Satu di antaranya adalah Bali Breakfast. Menu dessert ini diolah dengan teknik molekular gastronomi. Jika dilihat, menu satu ini memilki tampilan seperti telur, bahkan kuning telur pun tampak seperti asli.
Namun nyatanya ini adalah sajian penutup yang memiliki cita rasa segar. Kuning telur ini terbuat dari mangga, semenatar putih telur hasil dari coconut milk yang dibuat menjadi krim. Cara menikmatinya dengan memecahkan kuning telur dan menyendoknya hingga ke bagian bawah. Sensasi manis, asam, dan segar pun akan menjadi satu di mulut.
Tak hanya makanan-makanan yang menjaid kreasi Chef Kevin. Bahkan berbagai minuman pun dikreasikan langsung olehnya. Idealnya setiap orang dapat menikmati hingga tiga jenis tapas di sini. Sehingga tidak perlu khawatir merasa tidak kenyang.
Selain menu-menu dengan tiga kategori tersebut, Cuca pun menawarkan menu lunch special seharga Rp 260 ribu. Pada menu lunch special ini, tamu disuguhkan Fire Baked Seafood Rice yang idenya terinspirasi dari nasi bimbimbap khas Korea.
Tawarkan Garam Berbumbu
BERBAGAI event pun dapat dihelat di sini. Mulai dari ulang tahun, wedding, corporate dinner, hingga bachelorette party. Tak jarang tempat ini pun di-booking untuk acara pernikahan.
Bahkan Cuca pun melayani untuk para pasangan yang ingin mencoba pengalaman romantic dinner di sini. Untuk romantic dinner ini, meja pun telah disiapkan dengan dekorasi cantik nan romantis.
Bagi para tamu grup di atas 10 orang, Cuca dapat melayani set menu. Biasanya ini diterapkan untuk family gathering atau makan malam perusahaan.
Tak hanya pada sajian yang ditawarkan, Cuca pun melakukan branding terhadap peralatan seperti set table yang digunakan di sini. Logo Cuca tampak tertera peralatan makan dan juga properti, seperti meja dan kursi. Bahkan beberapa peralatan makan ini pun tersedia sebagai suvenir.
Menurut pihak Cuca, banyak tamu yang tertarik untuk membeli perlatan tersebut. Oleh karena itu, maka peralatan makan tersebut pun juga dijual sebagai suvenir.
Tak hanya suvenir, Cuca juga menawarkan garam berbumbu yang dijual di area restoran. Cuca Salt ini merupakan bumbu penyedap yang terbuat dari bahan-bahan alami yang dikreasikan oleh Chef Kevin.
Menu
Harvested
Cuban Corn Rp 50 ribu
Golden Onion Rings Rp 45 ribu
Glazed Young Coconut Salad Rp 70 ribu
Mushroom Rice Rp 60 ribu
Honey Baked Pumpkin Salad Rp 80 ribu
Hooked
Ceviche Rp 90 ribu
Smooked Butterfish Rp 85 ribu
Rice Crusted Soft Shell Crab Rp 160 ribu
BBQ Octopus Rp 100 ribu
Roasted Tiger Prawn Rp 100 ribu
Framed
Crispy Fried Chicken Rp 75 ribu
Smoked Shaved Bacon Rp 80 ribu
Marinated Pulled Pork Rp 75 ribu
Chopped Chicken Rp 80 ribu
Chopped beef Rp 120 ribu
Warm Melting Cheese Rp 150 ribu
Drinks
Cocktails/Mocktails
Ginger Tonic Rp 90 ribu/Rp 50 ribu
Blush Rp 90 ribu/Rp 50 ribu
Tokyo Mojito Rp 90 ribu/ Rp 50 ribu
Sun-Gria Rp 95 ribu/ Rp 65 ribu
Moon-Gria Rp 95 ribu/ Rp 65 ribu
Bali Mary Rp 95 ribu/ Rp 65 ribu
Moo Rp 90 ribu/ Rp 50 ribu


