Persona
Jaka Bandung Merajut Bisnis dari Hobi
Pengiriman Garmen Telat, Jaka Bikin Usaha Cargo
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Rizki Laelani
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA- Ada enam motor gede (moge) di pajang di depan sebuah dealer motor di Jalan Sunset Road, No 135 Kuta.
Dealer motor bernama "Jak Bike Bali" ternyata dimiliki seorang pria kelahiran Bandung 28 Agustus 1961.
Pria yang saat ditemui berkopiah, berkemeja hitam bergaris merah muda, duduk di sebuah ruang kerja menatap ke layar komputer.
Pria bernama lengkap Agung Jaka atau lebih akrab disapa Jaka Bandung adalah pemilik dealer motor Jak Bike Bali tersebut.
Bila mendengar kisah Jaka Bandung terjun ke dunia bisnis moge, cukup menarik. Pria yang mempersunting wanita Bali ini, membuka dealer moge sejak 2002.
Hal tersebut dikarenakan faktor yang tidak diduga. Sekitar tahun 2002, seorang temannya datang ke rumahnya, bermkasud meminjam mobil.
Tanpa ragu, ayah dua anak ini mengiyakan keinginan temannya tersebut. Setelah menunggu beberapa hari, mobil yang dipinjam temannya tersebut tak kunjung dikembalikan.
Sabar menunggu kabar soal mobil, akhirnya Jaka Bandung ditelepon temannya yang meminjam mobil.
Bukan kabar soal kapan mobil akan dikembalikan, namun temannya tersebut malah meminta untuk menukarnya dengan motor gede alias moge.
Lantaran Jaka memiliki hobi motor, lantas ia menyetujui permintaan temannya tersebut.
"Berawal dari sana, akhirnya saya jadi suka moge. Sekitar tahun 2003, saya ditunjuk Motor Besar Club (MBC) Jakarta menjadi Ketua MBC Bali. Nah, sejak saat itu saya menekuni bisnis mogenya yang awalnya bernama ‘Jacaro’. Kemudian berubah menjadi ‘Jak Bike Bali’," tambah pria yang datang ke Bali tahun 1981 ini.
Setelah usaha mogenya berjalan mulus, Jaka mengembangkan sayapnya dengan membuka JEB Cargo, Fijar O Property, dan Jak Resto. Dan uniknya, kesemua usaya yang dirintisnya adalah hobi dari Jaka Bandung.
Sebelum menekuni bisnis moge, Jaka awalnya mengadu nasib di dunia garmen sekitar tahun 1990 di kawasan Kuta.
Saat itu usaha garmennya menjadi yang ternama dan terbesar. Sejumlah toko oleh-oleh besar, seperti Joger mengambil bahan produksi kausnya dari pabrik garmen yang dimilikinya.
"Joger, Billabong, dan Quick Silver pertama kali ada di Bali produksinya dari garmen saya," ungkapnya.