Bali United Pusam
Junius Bate Tegaskan Diri sebagai Nak Bali Asli
Darah Flores yang ia miliki mulai tergeser oleh lingkungan Bali tempat ia tumbuh besar. Apalagi sang ibu merupakan orang Bali.
Penulis: Muhammad Qomarudin | Editor: Komang Agus Ruspawan
TRIBUN-BALI.COM, KUTA - Nama elisianus Junius Rato Bate memang sama sekali tak mengandung identitas sebagai warga asli Bali.
Namun jangan salah, pemain muda kelahiran 9 Juni 1993 ini ternyata lahir dan tumbuh besar di Singaraja. Sebuah kota kabupaten di bagian utara Pulau Bali.
Meski punya darah Flores dari sang ayah, pemain yang akrab disapa Yunus ini mengaku mulai lupa kalau dalam dirinya mengalir darah Flores. Yunus terakhir kali menginjakkan kaki di Flores waktu dia masih duduk di bangku taman kanak-kanak (TK).
Darah Flores yang ia miliki mulai tergeser oleh lingkungan Bali tempat ia tumbuh besar. Apalagi sang ibu merupakan orang Bali.
Karenanya, ia meminta Semeton Dewata tak meragukan lagi status dirinya sebagai putra daerah.
“Masih banyak yang mengira saya bukan orang Bali. Padahal tiang nak Bali asli,” kata putra dari pasangan Lambertus Rato dan Ni Made Monica Sutarmini ini.
Kecintaan Yunus terhadap tanah kelahiranya memberinya suplai energi lebih saat mengikuti seleksi di Bali United Pusam. Ia memiliki motivasi luar biasa agar bisa berbaju skuat Serdadu Tridatu.
Menariknya, nama Yunus sebenarnya sempat tidak masuk dalam susunan pemain yang lolos seleksi pertama. Tim pelatih awalnya hanya meloloskan delapan pemain lokal Bali.
Namun Indra Sjafri dan para asistennya kemudian punya penilaian lain. Di tengah perjalanan seleksi lanjutan, Yunus dipanggil sehingga menambah jumlah pemain Bali.
Kesempatan kedua yang ia dapatkan tidak disia-siakan. Yunus yang bisa bermain sebagai bek kiri maupun sayap kiri ini mampu merebut hati Head Coach Indra Sjafri.
Klausul kontrak pun akhirnya ditawarkan kepadanya. Tanpa pikir panjang, Yunus menerima tawaran kontrak dari Bali United.
“Saya pikir peluang masuk di Bali United gak boleh disia-siakan," kata pemain yang sempat dilirik pelatih Mitra Kukar saat uji coba dengan Perseden di Bali.
Pengagum bek kiri Timnas Argentina dan Manchester United, Marcos Rojo, ini menganggap keputusannya membela skuat Serdadu Tridatu adalah panggilan jiwa. Berkiprah di level tertinggi liga di Indonesia adalah cita-cita masa kecil Yunus.
Pemain berpostur 170 cm ini mengaku bangga dan akan berusaha berlatih keras agar bisa masuk dalam skuat utama Bali United dalam mengarungi kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015.
Memulai karier sepakbola di Perseden Denpasar U-15, bakat Yunus bermain bola terus menanjak. Hingga akhirnya Yunus mampu menembus skuat Perseden senior.