Griya Style

Halaman Dilengkapi Meja Payung dan Kursi Jadi Makin Betah

Cara Jango Membuat Teras Rumahnya Jadi Nyaman

Penulis: Ni Ketut Sudiani | Editor: Rizki Laelani

Rumah milik Kadek Jango Pramartha benar-benar terasa seperti di vila. Beberapa properti tambahan dihadirkan untuk menjadikan taman lebih nyaman dan hangat.

TRIBUN-BALI.COM - Lahan rumah yang luas, umumnya banyak ditemukan di daerah pedesaan. Sementara, di daerah perkotaan, sebagian besar rumah penduduknya tidaklah begitu lapang, cenderung minimalis.

Kadek Jango Pramartha (50), mencoba mengolah lahan rumahnya yang cukup luas lengkap dengan balai dangin maupun kauh.

Ia menata bagian kebun, menempatkan beberapa meja kayu, payung peneduh dan kursi di tengah-tengahnya, agar terasa lebih nyaman dan hangat.

“Ada teman yang bertanya, wah, ini villa? Mengapa isi payung-payung segala,” ujarnya tertawa. Bagi Jango, properti itu dipasang untuk membangun suasana kreatif.

Di samping itu, duduk mengobrol dan dekat nuansa alam, terasa menyenangkan.

Biasanya, pada pagi hari, ia dapat menikmati suasana sambil minum kopi dan merasakan hawa seni yang begitu lekat di rumahnya.

Kebun itu sengaja ditata sedemikian rupa agar tampak rapi, tanpa menghilangkan nuansa artistiknya.

Siang itu, saat Tribun Bali bercakap-cakap dengan Jango di salah-satu meja kayu, terasa begitu sejuk, ditambah pula adanya pohon-pohon besar perindang.

Studio tempat Jango biasanya menciptakan karya-karyanyapun terletak tidak jauh dari kebun.

“Ya, nyaman kalau kita mengobrol seperti ini. Ternyata di tengah kota yang ramai sekalipun, masih dapat ditemukan suasana dan pemandangan yang asri. Apalagi lokasi Jalan Veteran ini, dulu sebenarnya menjadi sentral. Apalagi tokoh Charlie Chaplin pernah ke Bali Hotel di dekat sini,” ujarnya.

Di samping menambahkan meja kayu, di sekitar rumah Jango juga terdapat sejumlah karya seni, baik berupa lukisan, foto lama, dan potret karikatur saat ia melakukan eksibisi.

Benda-benda seni itu menambah suasana artistik dan memberi nilai estetikanya.

“Sebenarnya bagian bangunan yang itu sudah direnovasi, tapi kami masih menyimpan foto ketika berpuluh tahun lalu,” ucap Jango sambil menunjuk sebuah bangunan yang berada di sebelah utara.

Jango mengajak Tribun Bali melihat foto lama bangunan itu, di dalamnya bahkan berisi tulisan yang tampaknya dibuat dalam bahasa Belanda.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved