Youngstar
Siapa Abu Bakar, Perempuan Hamil dan Guru Honorer Bermuka Dua
Sebelum terjun ke dunia teater, Weda lebih sering pentas tari Bali.
Penulis: Ni Ketut Sudiani | Editor: Rizki Laelani
TRIBUN-BALI.COM - Ketertarikan AAA Ngurah Adriyanti Weda Ningrat pada dunia teater, mulanya berawal saat ia menjadi mahasiswa baru di UNHI.
Ia melihat mahasiswa senior yang bergabung dalam Teater Saet mendemokan aksinya.
“Jadi waktu pelaksanaan ospek itu, ada pemilihan UKM. Saya ikutlah ngumpul dengan mereka. Tapi, baru saya ikut kumpul, ternyata sudah langsung ditunjuk untuk ikut pentas. Waduh, gitu pikir saya,” kenangnya.
“Saya ingat sekali kata senior. Dia bilang, kamu, adik yang pakai kacamata. Ikut main ya, kita akan angkat kisah Mayadenawa. Saya hanya angguk-angguk saja. Eh, ternyata disuruh jadi perempuan hamil, ibunya Mayadenawa,” tambahnya.
Pada kesempatan itu pulalah ia pertama kali mengenal sosok Abu Bakar, yang belakangan menjadi figur inspirasi baginya.
Weda menceritakan, saat itu ia banyak mendapat koreksi dan kritik, disuruh berulang kali mencoba adegan demi adegan.
“Saya awalnya tidak mengerti sama sekali siapa itu Abu Bakar. Saya pikir, kenapa begitu Pak Abu datang tiba-tiba semuanya jadi duduk rapi, santun, ya, saya biasa-biasa saja. Eh, ternyata, Pak Abu itu pemain teater hebat,” ujarnya sembari terus tertawa.
Sejak saat itu, Weda intens mengikuti berbagai kegiatan teater, hingga mengikuti perlombaan monolog yang digelar Fakultas Sastra Universitas Udayana.
Berbekal semangat untuk belajar, ia turut tampil membawakan naskah Pidato 7 Menit dan berhasil meraih juara III.
“Ceritanya tentang guru honorer yang bermuka dua. Ya, meskipun belum benar-benar banyak tahu tentang monolog, saat itu saya pikir, ya, cari pengalaman dulu deh,” ungkap gadis yang bercita-cita ingin jadi guru itu.
Sebelum terjun ke dunia teater, Weda lebih sering pentas tari Bali. Hanya saja, ia mengaku ruang geraknya saat itu masih terbatas, begitu juga dengan pergaulannya.
“Jadi kalau sekarang, saya merasa lebih banyak punya teman,” kata Weda yang lebih suka tinggal di rumah jika memiliki waktu luang.
Bakatnya dalam berakting, kemungkinan menurun dari kemampuan sang kakek yang kerap bermain drama gong di Buleleng. (*)
Tips Weda bagi yang ingin masuk dunia teater:
- Disiplin
- Percaya diri
- Mengerti isi naskah
- Serius saat latihan
Biodata diri :
Nama : AAA Ngurah Adriyanti Weda Ningrat
Tempat tanggal lahir : Denpasar , 29 Juni 1994
Kota asal : Singaraja
Hobi : Menari, Teater
Cita-cita : Guru
Anak ke-2 dari empat bersaudara
Nama Ayah : A.A.Ngr.Bayu Subhiksa
Nama Ibu : I G A Ketut Lilik Suryani