Youngstar
Chef Cantik Ini Jago Olah Menu untuk Raja dan Bangsawan
Balinese Rijstafel ala Chef Mika, Semua Harus Perfect
Penulis: Ni Ketut Sudiani | Editor: Rizki Laelani
TRIBUN-BALI.COM - Melihat perawakannya yang begitu sederhana, barangkali tidak akan menyangka jika Ni Made Mika Sundari (18) adalah chef muda potensial.
Gadis asal Sukawati, Gianyar diam-diam sudah banyak memiliki penghargaan dalam kompetisi memasak, termasuk saat perlombaan Denpasar Festival bulan lalu.
Mika berhasil menyisihkan peserta lain, dan olahan makanannya muncul sebagai pemenang pertama.
Dalam cooking competition yang mengusung tema Balinese Rijstafel Fine Dining Style itu, Mika tampil berbeda, baik dari segi suguhan menu maupun tata cara penyajiannya.
“Ada tujuh jenis makanan yang kami buat. Sebenarnya itu sudah umum, hanya saja kami mengemasnya dengan cara berbeda,” tutur Mika yang menjadi koordinator di timnya saat itu.
Saat bercerita kepada Tribun Bali, Rabu (21/1) lalu, di bilangan Hayam Wuruk, Denpasar, Mika sempat menunjukkan beberapa foto makanan yang dibuatnya.
Balinese Rijstafel, merupakan jenis makanan yang disuguhkan khusus kepada raja dan para kaum bangsawan.
Saat membuat gulungan jukut mecantok, Mika tidak mencampur semua bahan menjadi satu sebagaimana umumnya, tetapi ia menggulung rumput laut hijau dan sayur kol. Baru di dalamnya ditambahkan dengan bumbu kacang.
Selain itu, untuk menu kalas kacang lentong, yang sekilas tampak seperti lawar, Mika menyajikannya secara rapi menggunakan ring cutter.
“Bahannya menggunakan kacang panjang yang diiris tipis. Nanti di bagian pinggirannya ditambah potongan telur. Bagian atasnya, kita hias dengan daun pere,” katanya.
Kreasi lain yang dilakukannya tampak pada menu taluh kuskus mebase kle. Jika lawan lainnya hanya mengolah telur dengan cara biasa seperti digoreng, tapi Mika justru membuatnya jadi seperti kue.
Telur awalnya ia aduk, kemudian dikukus. "Agar tampak lebih menarik, saya tambahkan cabai untuk pernak-perniknya,” sebutnya.
Ia juga menggunakan base kle, yaitu bumbu putih yang dicampur dengan bagian hitam kulit kelapa.
“Kalau bumbu putih itu campurannya bawang putih, kemiri, dan kencur,” tambahnya. Base kle ia atur membentuk seperti titik-titik di sekitar piring.
“Kreasi lain yang saya lakukan saat membuat be cocok. Itu bentuknya seperti pepes. Umumnya dikukus, tapi saya merebusnya,” terang putri pasangan I Wayan Miyasa dan Ni Nyoman Kasih itu.
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)