Mom & Kids
Asyiknya Belajar Sambil Bermain, Biarkan Siswa Memilih Kegiatan
Orangtua dapat menanamkan ilmu pengetahuan anak di saat mereka bermain mobil-mobilan.
Penulis: Irma Yudistirani | Editor: Rizki Laelani
TRIBUN-BALI.COM - Anak-anak terlihat melakukan aktivitasnya di sekolah HighScope Indonesia, Jalan Muding Indah X nomor 9, Kerobokan Kaja, Kamis (22/1/2015) lalu.
Ada yang berenang, bermain puzzle, memakai kaos kaki, dan ada yang dimandikan guru usai berenang.
Masing-masing kegiatan itu ditemani satu hingga dua orang guru. Di tengah-tengah memakai kaos kaki, tiba-tiba seorang murid bertanya pada Direktur Akademik, Putu Ayu Maya Dewi, yang saat itu sedang memperhatikan anak didiknya.
"Why you don't were shoes? (Kenapa kamu tidak mengenakan kaos kaki?)," tanya murid itu saat melihat kaki perempuan yang sering disapa Maya hanya mengenakan sepatu high heels.
Sontak pertanyaan itu membuatnya tertawa. Namun, Maya tak langsung menjawabnya. Ia sempat menanyakan pada gurunya apa yang harus ia jawab.
Belum sempat dijawab, Maya telah menemukan jawabannya sendiri. "Because it's doesn't match. When I get jogging, I will use shoes (Sebab pakai kaos kaki tidak cocok dengan sepatu ini. Saya akan pakai kaos kaki kalau sedang jogging," jawabnya.
Inilah satu rangkaian kejadian dan percakapan yang terjadi di tengah kegiatan swimming day murid White Room, sebutan lain untuk ruangan kelas TK nol kecil.
Kurun waktu tiga bulan kegiatan belajar sambil berenang ini diadakan dua kali secara berbeda-beda.
Kegiatan Swimming day merupakan bagian dari proses belajar. Tapi bukan belajar berenang yang ingin diterapkan gurunya. Melainkan bermain ice cube relay.
Di sini seorang anak akan mempelajari ilmu sains, yaitu bagaimana kondisi es itu saat sebelum dan sesudah dimasukkan ke dalam air.
"Jadi kegiatan swimming day ini tidak fokus pada belajar renangnya. Tetapi belajar sains sambil berenang," kata perempuan berusia 42 tahun ini.
Sebelum memutuskan materi yang akan diterapkan gurunya, murid-murid diberi kesempatan untuk memilih sendiri kegiatan yang diinginkan mereka.
"Aktivitas guru tergantung minat anaknya," ujar Maya pada Tribun Bali. Kegiatan itu memiliki banyak tujuan.
Seperti anak dapat mengeksplor, melatih motorik, belajar sains, sosialisasi bersama teman-temannya, dan melatih perbendaharaan kata.
Pada akhirnya, anak bisa mandiri, memilih, mempunyai pendapat sendiri dan dapat bertanggung jawab saat ia dewasa.