Beauty
Padukan dengan Ini Supaya Jerawat dan Flek Wajah Hilang
Menurut dokter Lia Rosdiana, microdermabrasi akan semakin maksimal hasilnya jika dipadukan dengan treatment messotherapy.
Penulis: Ida A M Sadnyari | Editor: Uploader bali
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Kulit wajah yang cerah dan segar membuat penampilan semakin terlihat muda.
Satu dari beberapa treatment yang sedang tren saat ini, berfungsi untuk menghasilkan kulit cerah adalah microdermabrasi.
Intan Permata Sari yang sudah melakukan microdermabrasi, di Skinos skin care, Jalan Gunung Agung No 125 B, Denpasar, Bali, Jumat (7/2/2015) mengaku, kulitnya lebih cerah setelah rutin setiap tiga pekan sekali melakukan treatment.
Menurut dokter konsultan estetika di Skinos skin care, Lia Rosdiana, microdermabrasi akan semakin maksimal hasilnya jika dipadukan dengan treatment messotherapy.
Perawatan ini berfungsi untuk mengencangkan dan mencerahkan kulit, serta dapat membantu mengobati jerawat maupun flek.
Proses treatment-nya sama seperti microdermabrasi, hanya saja di sini alat yang digunakan adalah jarum suntik untuk memasukkan serum ke bawah jaringan kulit.
"Dengan media jarum kita masukkan serum ke dalam kulit fungsinya sesuai jenis serum yang dimasukkan, seperti mengurangi flek, mencerahkan kulit dan anti aging," jelas dokter berambut panjang ini.
Sebelum disuntik diberikan anastesi sehingga tidak terasa sakit. Hasilnya biasanya akan lebih terasa keesokan harinya, menjadi lebih kencang, cerah dan flek lebih tersamarkan.
Setelah melakukan tretament microdermabrasi maupun messotherapy, hindari membasuh wajah selama enam jam. Ini berfungsi untuk memaksimalkan penyerapan serum.
Untuk melakukan treatment microdermabrasi di Skinos tarifnya Rp 300 ribu, sedangkan messotherapy Rp 350 ribu.
Namun, jika mengambil paket microdermabrasi dan messotherapy akan mendapatkan potongan harga, cukup merogoh kocek Rp 488 ribu untuk kedua treatment tersebut.
Ada satu lagi treatment terbaru yang saat ini banyak diminati, yaitu Photon Dynamic Therapy (PDT) yang lebih populer dengan nama terapi cahaya.
Seorang pasien, Luh Andita Ariestuti (23) mengaku pertama kali mencoba terapi cahaya karena memiliki banyak bekas jerawat.
Menurutnya, PDT dilakukan sepekan sekali sehingga hasilnya lebih cepat terlihat.
“Waktu itu saya memilih terapi cahaya warna biru karena saat itu ada jerawat meradang. Setelah tiga sampai empat kali melakukan terapi tersebut, sekarang lebih tersamarkan dan jerawatnya sudah hilang,” kata perempuan asal Buleleng itu.