Sambut Nyepi : Gali Dana dari Pembuatan Kostum Parade Ogoh-ogoh
Untuk mengumpulkan dana, para pemuda membuat baju khusus yang sekaligus dijadikan kostum dalam mengikuti ajang parade ogoh-ogoh di Desa Kapal.
Penulis: I Made Argawa | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Hari Raya Nyepi sudah semakin dekat. Sekaa Teruna Dharma Karya Banjar Peken Delodan, Desa Kapal, Kecamatan Mengwi, Badung sudah mulai membuat ogoh-ogoh untuk diikutsertakan dalam parade ogoh-ogoh.
Estimasi dana yang dihabiskan untuk membuat ogoh-ogoh kurang lebih Rp 8 juta.
Untuk mengumpulkan dana, para pemuda membuat baju khusus yang sekaligus dijadikan kostum dalam mengikuti ajang parade ogoh-ogoh di Desa Kapal. Kostum itu akan dijual kepada warga.
“Penggalian dana dengan membuat baju ogoh-ogoh kami lakukan setiap tahun, seingat saya hal tersebut telah berlangsung lama sekitar sepuluh tahun sejak 2005,” terang Ketua Sekaa Teruna Dharma Karya, Anak Agung Gde Paramadita.
Menjelang perayaan Hari Raya Pengerupukan atau sehari sebelum Nyepi yang akan menggelar parade ogoh-ogoh, Sekaa Teruna Dharma Karya menyiapkan baju sebanyak 200 potong yang akan disebar kepada anggota, warga banjar dan anak-anak.
“Untuk anggota sekaa teruna, diwajibkan membeli, sementara untuk anak-anak dan warga banjar hanya ditawari saja,” ujar Pria yang akrab di sapa Gus Oka itu, Minggu (15/2/2015).
Kostum itu dijual dengan harga Rp 75 ribu untuk ukuran dewasa dan Rp 50 ribu untuk anak-anak. Sekaa teruna mendapatkan keuntungan sebesar Rp 15 ribu. “Uang keuntungan baju langsung kami alokasikan untuk ogoh-ogoh,” jelasnya.
Gus Oka menjelaskan, desain baju yang dibuat sekaa terunanya dari tahun ke tahun selalu berbeda-beda, tapi selalu menampilkan bentuk yang sama yakni tulisan “Dakar” atau singkatan dari nama Sekaa Teruna Dharma Karya.
“Saya saja di rumah punya hampir enam baju Dakar, warna dan kainnya pun berbeda-beda,” terangnya.
I Made Ariawan, desainer baju Dakar Sekaa Teruna Dharma Karya, mengatakan, dirinya saat ini masih menyiapkan desain baju tersebut rencananya kali ini akan mengguakan warna hitam.
“Pengerjaan saya lakukan dalam waktu tiga minggu dari sekarang. Paling tidak, seminggu sebelum Pengerupukan sudah selesai,” terangnya.
Untuk jumlah baju anak-anak, Ariwana yang sehari-hari memang mengerjakan pesanan baju kaos membuat sebanyak 51 potong. “Jadi baju dewasa kami buat sebanyak 149 potong,” terangnya. (*)