Smart Women

Kesuksesan Dyan di Bidang Desainer Berawal Dari Pertentangan Orangtua

Siapa sangka, Dyan Nugra, sosok perempuan penuh prestasi dan dikagumi banyak orang, ternyata justru tidak mendapat restu dari kedua orangtuanya.

Penulis: Ni Ketut Sudiani | Editor: Uploader bali

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Siapa sangka, Dyan Nugra, sosok perempuan penuh prestasi dan dikagumi banyak orang, ternyata justru tidak mendapat restu dari kedua orangtuanya.

Saat pertama kali memutuskan terjun dalam dunia tata busana dan rias, orangtuanya dengan keras menolak.

“Saat itu, ya sekitar tahun 2006. Mereka cemas kalau saya mengambil jalan ini, nanti tidak punya masa depan. Apalagi keluarga besar saya latarbelakangnya sebagian besar dokter dan bergerak dalam bidang pendidikan,” tuturnya.

Dyan hanya ingin melakukan sesuatu yang memang menjadi kesenangannya, dengan waktu kerja yang fleksibel.

Penolakan yang diterimanya justru semakin memecut Dyan untuk maju dan membuktikan bahwa dirinya bisa dan mampu.  

Sejak pertamakali mengungkapkan keinginannya, selama enam bulan penuh Dyan tidak disapa dan tidak diajak bicara oleh ayah ibunya.

Di antara keluarganya, hanya Dyan lah yang mengambil jalan sebagai desainer, penata busana dan rias.

“Saya benar-benar ditentang habis-habisan. Tapi karena itu, saya semakin berjuang mati-matian. Sudah telanjur nyemplung, ya sekalian saja basah. Saya ingin membuktikan bahwa saya ini sanggup,” ungkap anak kedua dari tiga bersaudara itu. 

Belakangan, setelah akhirnya berhasil menuai prestasi dan menunjukkan hasil perjuangannya, perlahan hati orangtua pun luluh.

“Sempat juga saat ada yang memuji saya, ayah hanya tersenyum-senyum saja,” kenangnya.

Dyan menyadari, untuk tiba di posisinya sekarang, ada banyak pengorbanan yang harus dilakukannya. (BERITA TERKAIT: Rajin Lihat Tayangan Fashion Show, Desain Dyan Dikenal Hingga Mancanegara)

Saat rekan-rekannya bersenang-senang, ia harus mampu menahan diri dan fokus pada impian yang hendak dicapainya.

“Kuncinya ya harus fokus. Saya awalnya juga sama sekali tidak mengerti bagaimana dunia tata rias itu. Tapi kemudian saya belajar, hingga kemudian menemukan ternyata di sinilah jalan saya,” tandasnya. Lanjutnya, “saya senang melihat orang tampak cantik.”

Dyan kini memiliki sejumlah asisten yang membantunya menangani sejumlah event. Kliennya pun tersebar hampir di seluruh wilayah di Indonesia. Ia pernah menangani make up untuk tim RCTI dan SCTV.

“Semuanya kembali ke taste,” tegasnya. Hingga sekarang masih diundang untuk melakukan demo make up artist dan sebagai pembicara di sejumlah seminar, semisal untuk Sari Ayu dan PAC. (*)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved