Pilkada Serentak di Bali
Rekomendasi Mega untuk Pilkada Tabanan, Bali Turun Usai Kongres
Diperkirakan, rekomendasi dari Ketua Umum PDIP Megawati untuk Cabup-Cawabup akan turun pada April, paska Kongres digelar.
Penulis: Miftachul Huda | Editor: Bambang Wiyono
Laporan Wartawan Tribun Bali: Miftachul Huda
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Ketua DPC PDIP Tabanan, Bali Komang Gede Sanjaya menyebut, proses penjaringan calon bupati (Cabup) dan calon wakil bupati (Cawabup) yang akan diusung ke bursa Pilkada masih berlangsung.
Nama-nama para kandidat yang melamar, sudah disetorkan ke DPD. Diperkirakan, rekomendasi dari Ketua Umum PDIP Megawati baru akan turun pada April, paska Kongres digelar.
"Kemungkinan setelah Kongres nanti turun rekomendasinya. Setelah itu akan dimantapkan lagi," kata Sanjaya kepada Tribun Bali usai Rapat Paripurna di DPRD Tabanan, Jumat (06/03/2015).
Setelah dimantapkan, nama-nama yang mendapatkan rekomendasi sebagai Cabup dan Cawabup akan didaftarkan ke KPU. Sanjaya mengaku belum mendapat gambaran, siapa yang nantinya akan mendapat rekomendasi dari Megawati.
"Sebagai ketua (Ketua DPC PDIP), tentunya siapapun akan kita dukung," imbuhnya.
Termasuk ketika ditanya soal paket Eka-Jaya (Eka Wiryastuti-Komang Sanjaya yang menjabat saat ini, red) apakah akan dilanjutkan, Sanjaya tidak bisa memastikan.
"Semua ada mekanismenya, itu bukan ranah saya, DPD-DPP yang menentukan," ulasnya.
Namun jika kemudian paket Eka-Jaya yang akan dipertahankan, kata dia, dirinya sangat siap.
"Besok pun saya siap," urai Wakil Bupati Tabanan yang mendampingi Bupati Eka Wiryastuti periode 2010-2015 ini.
Terlebih pengalaman sebagai incumbent, menurutnya, lebih diuntungkan. Hal yang sudah baik ditingkatkan lagi dan yang kurang baik maka segera diperbaiki.
"Karena kita sudah tahu mana yang harus diperbaiki, mana yang kurang," ujar Sanjaya.
Sanjaya yang baru sebulan menjabat ketua DPC mengaku optimistis Pilkada nanti PDIP kembali merajai Tabanan. Menurutnya, pengalaman menurunnya perolehan suara dalam 15 tahun terakhir ini akan dijadikan pelajaran agar partai banteng ini kembali meningkat suaranya.
"Minimal jangan sampai di bawah 22 kursi (DPRD Tabanan), karena selama ini selalu turun perolehannya," ungkapnya.
Penurunan kursi ini terlihat dari perolehan suara Pemilu periode 1999-2004. Periode awal reformasi 1999, PDIP Tabanan sempat berjaya dengan menempatkan 30 wakilnya dari total 40 kursi di DPRD Tabanan.
Bahkan sebutan Tabanan sebagai kandang banteng pun melekat. Namun periode berikutnya, 2004-2009 perolehan mulai menurun menjadi 27 kursi. Penurunan terparah terjadi pada periode 2009-2014, hingga dominasi merah di Tabanan mulai memudar dan hanya mampu mengoleksi 22 kursi saja.
Sementara itu, nama-nama yang sebelumnya mendaftar sebagai bakal calon bupati dan wakil sudah dikirim ke DPP. Nama-nama itu Ni Putu Eka Wiryastuti yang saat ini menjabat Bupati Tabanan mendaftar sebagai calon bupati. Kemudian I Made Urip (anggota DPR RI), serta Made Supardi alias Reno (pemilik kafe) juga mendaftar sebagai calon bupati.
Sedangkan pendaftar calon wakil bupati di antaranya Ni Made Rahayuni, Made Suarta, Nyoman Gede Putra Astawa, Made Dirga, Ketut Suryadi atau Boping dan Komang Gede Sanjaya. (*)
Pelamar PDIP Tabanan
Cabup
* I Made Urip (anggota DPR RI)
* Made Supardi alias Reno (pemilik kafe)
* Putu Eka Wiryastuti (Bupati Tabanan)
Cawabup
* Ni Made Rahayuni (mantan anggota DPRD Tabanan)
* Made Suarta (anggota DPRD Tabanan)
* Nyoman Gede Putra Astawa (mantan anggota DPRD Bali)
* Made Dirga (Ketua Fraksi PDIP Tabanan)
* Ketut Suryadi atau Boping (Ketua DPRD Tabanan)
* Komang Gede Sanjaya (Wakil Bupati Tabanan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ketua-pdip-tabanan-komang-sanjaya.jpg)